Friday, 23 Rabiul Awwal 1443 / 29 October 2021

Friday, 23 Rabiul Awwal 1443 / 29 October 2021

Aturan Diet untuk Penderita Diabetes

Rabu 13 Oct 2021 20:04 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Qommarria Rostanti

Aturan diet untuk penderita diabetes (ilustrasi).

Aturan diet untuk penderita diabetes (ilustrasi).

Foto: dok. Farrer Park Hospital
Jenis makanan yang tepat bisa membantu Anda mengelola diabetes dalam jangka panjang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jika Anda menderita diabetes, mengelola kadar gula darah Anda penting untuk menghindari komplikasi kesehatan lebih lanjutan. Jenis makanan yang tepat juga dapat membantu Anda mengelola diabetes Anda dalam jangka panjang. 

Berikut beberapa tip diet sederhana yang bisa Anda ikuti seperti dilansir di laman Time of India, Rabu (13/10).

1. Makanan untuk diabetesi

Karena semakin banyak orang yang menderita diabetes, pasar dibanjiri dengan pilihan makanan yang menyebut diri mereka ramah diabetes. Tapi tidak ada bukti bahwa makanan ini memiliki lebih banyak manfaat kesehatan dibandingkan makan sehat pada umumnya. Faktanya, mereka mungkin mengandung kalori sebanyak makanan kemasan lainnya, yang dapat memengaruhi kadar gula darah Anda.

2. Pilih makanan utuh dibandingkan suplemen

Tidak ada bukti mineral dan suplemen vitamin dapat membantu Anda mengelola diabetes. Jadi, sampai dokter Anda menyarankan, Anda tidak boleh mulai mengonsumsi suplemen sendiri. Lebih baik mendapatkan nutrisi penting Anda dari makanan karena suplemen dapat memengaruhi metabolisme Anda dan membuat diabetes menjadi rumit.

3. Perbanyak makan buah dan sayur

Buah utuh baik untuk semua orang, bahkan untuk penderita diabetes. Buah-buahan memiliki gula alami, yang tidak membahayakan tubuh. Pilih buah utuh daripada jus buah. Makan dalam porsi kecil sepanjang hari lebih baik daripada makan dalam porsi besar sekali sehari.

4. Memiliki lemak sehat

Pilih makanan yang memiliki lemak sehat seperti kacang tawar, biji-bijian, alpukat, ikan berminyak, minyak zaitun, minyak lobak, dan minyak bunga matahari. Lemak jenuh dapat meningkatkan jumlah kolesterol dalam darah. Lemak jenuh ditemukan dalam daging merah dan olahan, mentega, kue, pai, biskuit, dan kue kering.

5. Kurangi makan garam

Makan terlalu banyak garam dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Ketika menderita diabetes, Anda bahkan lebih berisiko mengalami semua kondisi ini.

Untuk mengurangi garam, katakan tidak pada makanan kemasan karena terlalu banyak garam. Anda dapat menukar garam dengan bumbu dan rempah yang berbeda untuk mendapatkan rasa ekstra itu.

6. Kurangi makan daging olahan dan daging merah

Mengurangi karbohidrat mungkin membuat Anda ingin menyantap porsi daging yang lebih besar agar perut kenyang. Tapi daging merah dan olahan seperti ham, sosis, domba, dan sapi dapat meningkatkan risiko masalah jantung dan kanker.

Tukar daging olahan dengan kacang-kacangan, telur, ikan, unggas, dan kacang tawar. Pilihan ini juga kaya serat dan tidak terlalu memengaruhi kadar glukosa darah Anda. Ini membuat mereka menjadi pengganti yang bagus untuk daging olahan dan daging merah.

7. Serat

Usahakan untuk memiliki setidaknya delapan gram serat per makanan, terutama jika Anda juga mengonsumsi makanan kaya karbohidrat. Ini akan membantu mengelola kadar gula darah, menjaga kesehatan jantung, dan membuat Anda kenyang lebih lama. Ini menjadi lebih penting karena diabetes meningkatkan risiko penyakit jantung.

Pastikan untuk memasukkan makanan seperti kacang polong, buncis, gandum, apel, pir, beri, ubi jalar, kubis brussel, brokoli, wortel, dan bit dalam diet harian Anda.

8. Makan makanan utuh

Pilih untuk makan 100 persen tepung gandum utuh dan roti. Gunakan nasi merah sebagai pengganti nasi putih. Anda juga bisa memasukkan biji-bijian seperti //oat//. Pilihan ini akan membuat Anda kenyang lebih lama dan tidak akan menyebabkan lonjakan gula darah instan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA