Friday, 23 Rabiul Awwal 1443 / 29 October 2021

Friday, 23 Rabiul Awwal 1443 / 29 October 2021

Film Eternals Siapkan Dua Tayangan Credit

Rabu 13 Oct 2021 18:33 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Qommarria Rostanti

Film Eternals.

Film Eternals.

Foto: Marvel.
Tayangan ini cukup substansial bagi masa depan MCU.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Bagi Anda yang akan menonton film superhero terbaru Marvel, Eternals, sebaiknya tak langsung keluar bioskop. Sebab di akhir film, Eternals akan menampilkan tayangan mid-credit dan post-credit.

Sang sutradara, Chloe Zhao, menyebut adegan yang ada dalam tayangan itu substansial implikasinya bagi masa depan MCU. "Ya. Jangan hanya bertahan untuk (adegan kredit) pertama, juga tunggu untuk yang kedua. Mereka sama pentingnya, dan keduanya memiliki kejutan besar untuk Anda,” kata Zhao merespon pertanyaan tentang kredit akhir istimewa dari Eternals dilansir di CBR, Rabu (13/10).

Zhao ikut menulis dan menyutradarai Eternals, sebuah epik MCU berpusat pada ras alien abadi (Eternals), yang menghabiskan ribuan tahun membela Bumi dari rekan jahat mereka Deviants, ketika mereka menghadapi bahaya baru pasca-Blip di MCU, yang dikenal sebagai The Emergence. Meskipun waralaba baru-baru ini memperkenalkan multiverse di Fase 4, Zhao mengatakan film itu tidak mendorong alur cerita maju.

"Jika Anda tahu separuh alam semesta menghilang dan muncul kembali (di Avengers: Endgame), hanya itu yang perlu Anda ketahui untuk menonton film ini. Tapi, apa yang terjadi di film ini akan memiliki implikasi besar di masa depan,” ujar Zhao.

Dengan durasi lebih dari dua jam, cerita Eternals diklaim tidak mengecewakan, bahkan tanpa multiverse yang harus dihadapi. "Bisa lebih lama. Anda tahu, itu 10 karakter, Celestial, dan 7.000 tahun. Ada banyak hal yang terjadi," kata Zhao.

Dengan mengeksplorasi mitologi pencipta Eternals, yaitu para Celestial, Zhao bercita-cita mengubah pemahaman penonton tentang MCU selama ini. Dia juga bertujuan menanamkan film dengan sentuhan pribadi yang sama, yang dia bawa ke drama indi seperti The Rider dan Nomadland.

Untuk melakukan itu, Zhao menjelaskan menggunakan teknik yang dia sebut cara antropologis dalam menangkap sesuatu. Kameranya sangat membumi dan gerakannya sangat natural. Pemotretan lebih panjang, di mana tim menggunakan lensa sudut lebar dan fokus dalam.

“Ini tentang memberi penonton ruang dan waktu untuk dapat menjelajahi apa yang ada di dalam bingkai, dan karena itu sampai pada kesimpulan mereka sendiri tentang hubungan antara karakter dan ruang tempat mereka berada,” kata Zhao.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA