Friday, 23 Rabiul Awwal 1443 / 29 October 2021

Friday, 23 Rabiul Awwal 1443 / 29 October 2021

Apresiasi untuk Gerakan Literasi Digital Madrasah

Rabu 13 Oct 2021 18:09 WIB

Red: Joko Sadewo

Siswa Madrasah sedang belajar.

Siswa Madrasah sedang belajar.

Foto: istimewa/doc humas
Gerakan Literasi Digital Madrasah diyakini akan meningkatkan mutu madrasah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA —  Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI), Danang Hidayatullah, mengapresiasi digulirkannya  program Literasi Digital bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah. Program ini diyakini akan meningkatkan mutu madrasah.

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI menggulirkan program Literasi Digital bagi GTK Madrasah. Program ini dilakukan untuk memperkuat kesadaran digital (digital awareness),  keterampilan digital (digital skills) dan kecerdasan digital (digital intelligence) GTK Madrasah.

Danang menilai langkah Kemenag ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas GTK Madrasah.Program literasi digital madrasah akan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan mutu madrasah. Hal ini akan berdampak pada kualitas pendidik dan peserta didik, yang akan  meningkatkan daya saing bangsa.

“Guru dilahirkan untuk merumuskan masa depan pendidikan. Guru yang maju adalah guru yang mampu menyeleraskan dirinya dengan perubahan. Program Literasi Digital Madrasah adalah kegiatan luar biasa dalam merespon perubahan dalam rangka meningkatkan kualitas guru, daya pikir guru, sehingga berdampak pada kualitas anak-anak didik kita,” kata Danang dalam keterangan persnya, Rabu (13/10). 

Keberadaannya era digital, menurutnya, tidak bisa dihindari. Era digital masuk di setiap lapisan masyarakat, termasuk dalam setiap tingkat di dunia pendidikan. Dengan begitu, penguatan literasi digital bagi guru madrasah akan memengaruhi kualitas pendidikan Indonesia.

Dijelaskannya, peran guru tidak dapat digantikan. Guru harus mampu beradaptasi, berinovasi dan mempertahankan budaya. "Kecerdasan dan kesadaran dalam memahami dunia digital wajib dipenuhi, jika tidak hal tersebut dapat menjadi bumerang, bahkan dapat menghancurkan nilai-nilai yang dibangun dalam dunia pendidikan itu sendiri,” papar Danang.

Wakil Ketua Umum Siberkreasi Romzi Ahmad. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Kemenag melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam merupakan bagian dari visi Pemerintah Republik Indonesia yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024, yakni meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing.

“Penguatan Literasi Digital Madrasah sejalan dengan arahan dari Presiden RI, Bapak Joko Widodo, terkait Percepatan Transformasi Digital, yaitu persiapan roadmap transformasi digital di sektor-sektor strategis, baik di sektor pemerintahan, layanan publik, bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, perdagangan, industri, maupun penyiaran,” papar Romzi.

Teknologi digital, lanjut Romzi, telah mengakibatkan perubahan eksponensial dalam hampir semua aspek kehidupan. Termasuk dunia pendidikan. Oleh karena itu, guru madrasah abad ke-21 harus memiliki keterampilan digital yang memadai untuk menopang proses pembelajaran dan mengarahkah siswa untuk mengelaborasi sumber belajar digital yang sangat berlimpah.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA