Sunday, 20 Jumadil Akhir 1443 / 23 January 2022

Jakarta Diprediksi tak Lolos dari Gelombang Ketiga Covid-19

Rabu 13 Oct 2021 18:05 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Ilham Tirta

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, saat memberikan apresiasi kepada tim pemulasaraan jenazah Covid-19, Rabu (22/9).

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, saat memberikan apresiasi kepada tim pemulasaraan jenazah Covid-19, Rabu (22/9).

Foto: Republika/Zainur Mahsir Ramadhan
Gelombang ketiga di DKI tidak akan separah Juni lalu karena capaian vaksinasinya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman meminta pemerintah dan masyarakat mengantisipasi gelombang ketiga Covid-19 di DKI Jakarta. Menurutnya, tingginya tingkat vaksinasi di Ibu Kota tak lantas membuat kebal dari serbuan Covid-19.

Dicky mengapresiasi vaksinasi dosis kedua di DKI Jakarta yang sudah mencapai angka lebih dari 90 persen. Dengan demikian, hampir semua warga Ibu Kota memperoleh vaksinasi lengkap.

Namun, Dicky menjelaskan, capaian vaksinasi di Ibu Kota baru sampai tahap ambang batas untuk membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok. Sehingga penularan karena munculnya gelombang ketiga Covid-19 masih berpeluang dialami warga Ibu Kota.

"Ya menurut saya, potensi gelombang ketiga tentu tidak bisa terhindarkan, termasuk di Jakarta. Karena tetap ada orang rawan tertular Covid-19 dari yang belum divaksin dan perpindahan di wilayah aglomerasi," kata Dicky dalam webinar mengenai herd immunity pada Rabu (13/10).

Hanya saja, Dicky memandang efek gelombang ketiga di Ibu Kota tak seburuk di daerah yang cakupan vaksinasinya lebih rendah. Ia mengimbau masyarakat tetap tenang karena diduga gelombang ketiga Covid-19 di Jakarta tidak seburuk gelombang kedua pada medio tahun ini.

"Yang bisa saya sampaikan, keparahannya enggak akan sama dengan gelombang kedua," ujar Dicky.

Pasalnya, Dicky meyakini fasilitas kesehatan (faskes) di DKI Jakarta guna mengatasi pandemi sudah lebih memadai daripada wilayah lain. Kemudian, tingkat keparahan individu yang terinfeksi Covid-19 bisa saja lebih ringan karena tingginya angka vaksinasi. "Jadi, mungkin beban faskesnya tidak terlalu parah," ucap Dicky.

Diketahui, Kemenkes mendata capaian vaksinasi Covid-19 dosis kedua di DKI Jakarta berada di angka 97,8 persen dan dosis satu 129,5 persen hingga Rabu (13/10). Karena itu, tak salah jika menyebut capaian vaksinasi di DKI Jakarta sebagai yang tertinggi di Tanah Air.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA