Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

Kadin DKI Data 10 Usaha Potensial Tumbuh

Selasa 12 Oct 2021 21:03 WIB

Red: Ratna Puspita

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta mendata 10 komoditas, produk, dan jenis usaha yang potensial tetap bertumbuh di tengah pandemi Covid-19, yakni warung makan, restoran, aneka kue, toko kelontong, industri tempe, jasa pemrograman komputer, sewa menyewa peralatan, rumah makan padang, toko sembako, dan produk fesyen. Ilustrasi

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta mendata 10 komoditas, produk, dan jenis usaha yang potensial tetap bertumbuh di tengah pandemi Covid-19, yakni warung makan, restoran, aneka kue, toko kelontong, industri tempe, jasa pemrograman komputer, sewa menyewa peralatan, rumah makan padang, toko sembako, dan produk fesyen. Ilustrasi

Foto: ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA
Sepuluh usaha itu, di antaranya warung makan, restoran, aneka kue, toko kelontong.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta mendata 10 komoditas, produk, dan jenis usaha yang potensial tetap bertumbuh di tengah pandemi Covid-19. Sebab, usaha-usaha itu mendukung kebutuhan pokok masyarakat.

"Sebanyak 10 jenis usaha ini kami lihat akan terus tumbuh ke depan," kata Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Bidang Koperasi dan UMKM, Ahmad Sarbini, dalam diskusi media di Jakarta, Selasa (12/10).

Baca Juga

Sarbini menjelaskan, 10 komoditas, produk, dan jenis usaha, itu merupakan hasil penelitian bersama dengan beberapa instansi, salah satunya Bank Indonesia. Sepuluh komoditas, produk, dan jenis usaha, yang potensial tumbuh itu, lanjut dia, adalah warung makan, restoran, aneka kue, toko kelontong.

Kemudian, industri tempe, jasa pemrograman komputer, sewa menyewa peralatan, rumah makan padang, toko sembako, dan produk fesyen. Pria yang akrab disapa Abi itu memberikan rekomendasi, untuk mendukung pengembangan UMKM di antaranya pembangunan basis data untuk mengetahui sebaran usaha mikro kecil secara spasial untuk pengawasan dan pembinaan berkelanjutan.

Selain itu, menjaga ketahanan pangan, digitalisasi UMKM, peningkatan daya saing UMKM, dukungan pembiayaan dan didukung penjaminan dari Jamkrida serta pengembangan produk unggulan ekspor UMKM. "Pengembangan UMKM digital ini tantangan ke depan, begitu juga pembiayaan yang merupakan masalah klasik yang perlu mendapat perhatian," ucapnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA