Sunday, 11 Rabiul Awwal 1443 / 17 October 2021

Sunday, 11 Rabiul Awwal 1443 / 17 October 2021

Gula Aren Cimenga di Lebak Miliki Kualitas Terbaik di dunia

Selasa 12 Oct 2021 19:37 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Gula merah dari nira pohon nipah (Nypa fruticans)

Gula merah dari nira pohon nipah (Nypa fruticans)

Foto: ANTARA/Idhad Zakaria
Keunggulan produksi gula aren di Kabupaten Lebak masuk kategori organik.

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Gula aren cimenga dari perajin Cijaku Kabupaten Lebak, Provinsi Banten memiliki kualitas terbaik di dunia karena proses produksinya secara tradisional.

"Kelebihan gula aren cimenga itu tahan lama juga beraroma dan sangat manis," kata Awa (45) seorang pemilik Toko Najwa yang menjual produk aneka makanan tradisional di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Permintaan gula aren cimenga selama pandemi relatif stabil , karena memiliki kualitas dibandingkan gula dari Sobang maupun Cibeber. Pihaknya hari ini memasok gula aren cimenga ke Garut, Jawa Barat sebanyak empat toros atau 100 unit gula.

Biasanya, kata dia, pedagang gula aren cimenga itu menjual rata-rata Rp 300 ribu per toros. "Kami sehari bisa menjual 30 toros per hari maka diakumulasikan mendapatkan sebesar Rp 9 juta," katanya menjelaskan.

Menurut dia, kebanyakan konsumennya itu dikirim melalui paket untuk ke luar wilayah Banten. Mereka konsumen itu langganan dari Tenjo hingga Garut untuk bahan baku dodol. Saat ini, kata dia, produksi gula aren cimenga cukup melimpah.

"Kami sepekan dikirim dari perajin sampai 200 toros,"katanya.

Begitu juga pedagang gula aren cimenga lainnya, Undang (60) mengaku dirinya memasok ke Tangerang, Serpong hingga Jakarta mencapai 300 toros dengan pendapatan Rp 90 juta/pekan.

"Mereka konsumen itu kebanyakan pelaku aneka kerajinan makanan juga sebagian ke pasar. Selama ini, permintaan gula aren cimenga masih untuk memenuhi permintaan konsumen tetap.

"Kami sudah puluhan tahun berjualan gula aren cimenga sangat terbantu ekonomi keluarga,bahkan menyerap tenaga kerja," kata Undang.

Sementara itu Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi mengatakan saat ini produksi gula aren menjadikan pendapatan andalan ekonomi masyarakat di daerah ini. Sebab perkebunan aren atau pohon nira sebagai sumber bahan baku gula aren dan di Kabupaten Lebak hampir semua terdapat di 28 kecamatan.

Perguliran ekonomi dari hasil produksi gula aren hingga miliaran rupiah per tahun. Selain itu juga menyerap ribuan tenaga kerja dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pelosok desa.

Bahkan, di antaranya produk gula aren berbentuk cetak dan halus atau semut dari kelompok usaha bersama (KUBE) Mitra Mandala Sobang menembus ekspor.

Keunggulan produksi gula aren di Kabupaten Lebak masuk kategori organik, karena perkebunan aren milik petani tidak terpapar pupuk kimia, sebab lokasinya berada sekitar kawasan pegunungan dan perbukitan.

"Kami belum lama produk gula aren cimenga ekspor sebanyak satu ton ke Korea Selatan dengan dilepas Presiden Joko Widodo di Jakarta," katanya menjelaskan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA