Selasa 12 Oct 2021 01:11 WIB

Inggris Puji Target Emisi Indonesia

Indonesia memiliki target nol karbon pada 2060.

Rep: Lintar Satria/ Red: Dwi Murdaningsih
Suasana kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta, Jumat (8/10/2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 35 juta ton karbon dioksida ekuivalen (CO2e) pada 2030 melalui sejumlah aksi mitigasi mulai dari sektor energi hingga pengolahan limbah.
Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Suasana kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta, Jumat (8/10/2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 35 juta ton karbon dioksida ekuivalen (CO2e) pada 2030 melalui sejumlah aksi mitigasi mulai dari sektor energi hingga pengolahan limbah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins mengatakan target ambisius Indonesia untuk nol korban pada tahun 2060 patut dipuji. Terutama komitmen dalam menggunakan lahan terpakai dan hutan sebagai penyerapan karbon.

"Dengan senang hati kami bekerja sama dengan Indonesia di sektor perhutanan, termasuk dalam dewan FACT (Forest, Agriculture and Commodity Trade) Dialogue yang akan digelar di COP26 dimana progres Indonesia dapat menjadi model untuk diikuti yang lainnya," kata Jenkins, Senin (11/10).

Baca Juga

 

Hal ini ia sampaikan dalam acara diskusi Ambassadors Roundtable: Raising Ambitions for a Climate-Secure Future yang diselenggarakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI). Jenkins menambahkan Inggris juga senang bekerja sama dengan Indonesia di sektor energi.

 

"Untuk mempercepat mengurangi penggunaan energi fosil dan batu bara menuju energi terbarukan, dan dialog energi terbaru yang kami pimpin bersama Indonesia, juga dapat menjadi model untuk kerjasama multipihak untuk bergerak dari polusi ke energi yang lebih bersih," kata Jenkins.

 

Jenkins mengungkapkan target-target penting Inggris untuk mengatasi perubahan iklim. Seperti memobilisasi pembiayaan untuk mencapai target tersebut dan melindungi kelompok yang paling rentan.

 

Ia menambahkan Inggris berkomitmen dalam melakukan perannya untuk mencapai target-target itu. Jenkins mengatakan gas emisi rumah kaca Inggris tahun 2020 di bawah 50 persen dibandingkan tahun 1990. Di saat yang sama perekonomian tumbuh 70 persen.

 

"Membuktikan pertumbuhan ekonomi bersih memungkinkan tapi kami tahu itu tidak cukup seperti yang disampaikan wakil menteri, emisi Inggris relatif rendah, dibandingkan yang lain, karena itu kami menyambut baik komitmen Indonesia sebagai calon negara adidaya iklim untuk memainkan perannya," kata Jenkins.

 

Ia mengatakan menjelang Pertemuan Perubahan Iklim PBB atau COP26 masyarakat dunia harus mempercepat upaya mencapai target iklim hingga enak kali lipat. Dunia harus berada dalam jalur untuk menghindari dampak buruk perubahan iklim dan mencapai tujuan Perjanjian Paris.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement