Thursday, 15 Rabiul Awwal 1443 / 21 October 2021

Thursday, 15 Rabiul Awwal 1443 / 21 October 2021

Sacchi Sebut Donnarumma Layak Dicemooh karena Berkhianat

Senin 11 Oct 2021 12:25 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Israr Itah

 Penjaga gawang Italia Gianluigi Donnarumma melakukan pemanasan sebelum dimulainya pertandingan sepak bola semifinal UEFA Nations League antara Italia dan Spanyol di stadion San Siro, di Milan, Italia,Kamis (7/10) dini hari WIB.

Penjaga gawang Italia Gianluigi Donnarumma melakukan pemanasan sebelum dimulainya pertandingan sepak bola semifinal UEFA Nations League antara Italia dan Spanyol di stadion San Siro, di Milan, Italia,Kamis (7/10) dini hari WIB.

Foto: AP/Antonio Calanni
Gianluigi Donnarumma memilih meninggalkan AC Milan dengan status free agent.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Arrigo Sacchi menegaskan orang tidak perlu terkejut bahwa fan Milan mencemooh Gianluigi Donnarumma saat bermain untuk Italia. Menurutnya, pengkhianatan Donnarumma harus dibayar dengan setimpal.

Donnarumma muncul dari akademi muda Rossoneri. Ia membuat debutnya di Serie A pada usia 16 tahun dan merupakan favorit penggemar. Namun ia menolak menandatangani kontrak baru dan bergabung dengan Paris Saint-Germain sebagai agen bebas musim panas ini.

Baca Juga

 

Saat kembali ke San Siro untuk pertama kalinya ketika membela Italia melawan Spanyol di semifinal UEFA Nations League, dia dicemooh dan dihina oleh fan Milan yang hadir. Reaksi fan Milan ini memicu banyak kecaman karena Donnarumma hadir membela Italia. Namun di mata mantan pelatih Milan dan Italia, Arrigo Sacchi, hal ini wajar.

"Saya tidak pernah mencemooh siapa pun dalam hidup saya, tetapi terkadang orang mencari penghinaan ini," kata Sacchi dikutip dari Football Italia, Senin (11/10).

"Ternyata ada pengkhianatan. Dalam sepak bola dan dalam kehidupan sehari-hari, pengkhianatan harus dibayar dengan setimpal. Jadi jangan kaget dengan beberapa ejekan," terangnya.

 

Sacchi juga memuji pelatih Milan saat ini Stefano Pioli karena memberikan identitas kepada Rossoneri. Sacchi mencatat Milan memainkan sepak bola yang bagus dengan sebagian besar pemain yang sangat muda adalah hampir sebagai keajaiban.

Rossoneri belum terkalahkan di Serie A setelah tujuh laga, dengan koleksi 19 poin dari 21 poin yang tersedia.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA