Tuesday, 12 Jumadil Awwal 1444 / 06 December 2022

Hendri: Kriteria Cawapres, Orang yang tak Mau Jadi Presiden

Senin 11 Oct 2021 08:01 WIB

Red: Joko Sadewo

Analis Politik, Hendri Satrio yang biasa dipanggil Hensat.

Analis Politik, Hendri Satrio yang biasa dipanggil Hensat.

Foto: Kementan
Cawapres yanng mau jadi presiden akan membuat khawatir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ide unik muncul saat pendiri lembaga survei Kelompok Diskusi Kajian Opini (Kedaikopi) Hendri Satrio dengan politikus PDIP Budiman Sudjatmiko. Menurut Hendri kriteria cawapres mendatang adalah orang yang tidak ingin jadi presiden.

Berawal dari diskusi di channel youtube Hendri Satrio, tentang kriteria capres, Hendri kemudian sambil bercanda menyatakan akan maju sebagai calon wakil presiden. Sekalipun bercanda, tapi Hendri mengatakan bahwa ia memenuhi kriteria itu, yaitu tidak mau menjadi presiden selama 10 tahun.

“Syaratnya cukup tidak mau jadi presiden. Bagaimana presiden bisa bekerja dengan baik, kalau wakilnya mau jadi presiden. Kalau sekarang ini ada yang mau jadi presiden, kemudian dia jadi calon wakil presiden, siap-siapa aja tuh deg degan, capresnya,” ungkap Hendri.

Budiman menyebut syarat menjadi cawapres adalah orang bisa mengganti orang yang jujur, membantu orang yang visioner. Namun ia juga  mengamini pernyataan Hendri tersebut.

Berikut video selengkapnya:

Sumber: Youtube

Sementara Budiman menegaskan, sampai saat ini belum ada calon presiden. “Yang mencalonkan presiden kan partai. Sudah  ada belum partai yang mencalonkan presiden?” tanya Budiman.

Secara konstitusi, menurut Budiman, seseorang disebut calon kalau partai politik peserta pemilu dengan memenuhi syarat untuk mencalonkan presiden. "Kalau ada satu partai mencalonkan, tapi kurang suaranya belum juga bisa disebut sebagai calon,” ungkapnya.

Mengenai kriteria capres, menurut Budiman bukan cuma mengerti tehnologi, tapi juga ideologi, kebudayaan, pemimpin yang dekat dengan akar rumput, dan mengerti masa depan. "Bagaimana ia mengerti mengelola pendidikan di era baru, bagaimana mengelola kesehatan di era transformasi dan biofisik, bagaimana dia memahami kebudayaan dikelola,” papar Budiman.

Baca juga : Elektabilitas Tinggi, Prabowo Dinilai Masih Kuat di 2024

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA