Friday, 28 Rabiul Akhir 1443 / 03 December 2021

Friday, 28 Rabiul Akhir 1443 / 03 December 2021

Petani Buah Naga Ikut Program Elektrifikasi Pertanian PLN

Ahad 10 Oct 2021 07:05 WIB

Red: Fuji Pratiwi

Petani mengecek buah naga di kebun yang disinari lampu di kebunnya (ilustrasi). Petani buah naga di Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, ikuti program Elektrifikasi Pertanian dari PLN.

Petani mengecek buah naga di kebun yang disinari lampu di kebunnya (ilustrasi). Petani buah naga di Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, ikuti program Elektrifikasi Pertanian dari PLN.

Foto: ANTARA/Budi Candra Setya
Program elektrifikasi pertanian PLN mampu meningkatkan omzet petani.

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON -- Petani buah naga di Desa Mako, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, beralih ke program Electrifying Agriculture atau elektrifikasi pertanian dari PLN untuk meningkatkan produksi.

Sebelum menggunakan listrik PLN, petani buah naga di Buru hanya mengandalkan sinar matahari untuk penerangan. "Alhamdulillah listrik PLN kini sudah menjangkau kebun buah naga. Kami bisa membuat instalasi pencahayaan lampu untuk menerangi tanaman buah naga dan menciptakan peluang hasil produksi meningkat menjadi 20 persen, " kata Sugiono, salah satu petani buah naga di Desa Mako, Sabtu (9/10).

Electrifying Agriculture merupakan salah satu program yang dilaksanakan PLN untuk mendorong petani memanfaatkan teknologi guna meningkatkan produktivitas pertaniannya menggunakan energi. Ia menjelaskan, dengan adanya cahaya lampu maka bibit buah naga mendapatkan lingkungan yang mendukung pertumbuhannya.

"Dengan cahaya lampu maka masa pertumbuhan buah naga kami berkesinambungan dan tentu saja dapat meningkatkan omzet kami," ujar Sugiono.

Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Ambon Yusrizal mengatakan, saat ini terdapat 20 petani buah naga yang tertarik menggunakan program Electrifying Agriculture dari PLN di Mako, Kabupaten Buru. "Hal ini menunjukan program ini berhasil membantu peningkatan produktivitas hasil panen buah naga para petani sehingga menarik minat para petani lainnya", ujar Yusrizal.

Ia menjelaskan, program Electrifying Agriculture merupakan program peningkatan produktivitas dan efisiensi pelaku pertanian, peternakan, dan perikanan melalui listrik PLN yang lebih mudah, terjangkau dan andal untuk masyarakat Indonesia.

Sebelumnya program elektrifikasi pertanian PLN mampu meningkatkan omzet petani buah naga di Kobisonta, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, hingga 150 persen. Petani buah naga dari Desa Kobisonta, Sutaji, Sabtu, merasakan manfaat listrik yang membuat hasil panen kian meningkat. Omzetnya naik dari Rp 10 juta menjadi Rp 25 juta dalam kurun waktu enam bulan.

Inovasi PLN ini kian marak berlangsung di perkebunan buah naga yang ada di Tanah Air. Sambuat dari banyak petani telah membuat program Electrifying Agriculture menjadi kian diminati karena memberi dukungan solusi peningkatan kesejahteraan bagi petani.

 

Baca Juga

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA