Ahad 10 Oct 2021 02:40 WIB

Cara Menolong Bayi Tersedak

Orang tua perlu mengetahui cara menolong bayi yang tersedak.

Rep: Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda
Bayi menangis karena tersedak (Ilustrasi). Orang tua harus melihat kondisi anak pada saat mencurigai adanya sumbatan benda asing di saluran napas buah hatinya.
Foto: pixabay
Bayi menangis karena tersedak (Ilustrasi). Orang tua harus melihat kondisi anak pada saat mencurigai adanya sumbatan benda asing di saluran napas buah hatinya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tersedak ini bisa berbahaya bagi keselamatan bayi bila tidak ditangani segera dan tepat. Bagaimana caranya?

Dokter spesialias anak, dr Endah Citraresmi, SpA(K) dari Program Studi S3 Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menjelaskan bayi perlu segera ditolong ketika tersedak. Anda bisa melakukan penangan mandiri di rumah.

Baca Juga

Berdasarkan panduan terbaru yang dikeluarkan oleh lembaga resusitasi Eropa, menurut dr Endah, orang tua harus melihat kondisi anak pada saat mencurigai adanya sumbatan benda asing di saluran napasnya. Perhatikan apakah anak masih batuk dengan efektif, yaitu batuk kencang.

"Batuk itu sebenarnya refleks tubuh kita untuk mengeluarkan sesuatu yang tidak diinginkan oleh saluran napas. Jadi kalau kita batuk, itu bagus, berarti refleks kita berfungsi baik," ujar dr Endah dalam acara webinar tentang "Mengatasi Kegawatdaruratan di Rumah", dikutip Sabtu (9/10).

Ketika tersedak, anak akan membatukannya. Jadi, saat anak masih batuk efektif atau kencang, maka orang tua hanya perlu mendapingi saja, mengamati perkembangannya. Tidak perlu melakukan intervensi. Orang tua cukup melihat apakah terjadi perburukan atau tidak.

Sebaliknya, jika batuk tidak efektif, batuk lemah, atau sudah mulai tidak bisa mengeluarkan bunyi, orang tua harus melihat apakah anak masih sadar. Jika masih sadar, maka pada bayi, perlu dilakukan back blows.

Bagaimana kalau tidak berhasil? Ketika sudah melakukan lima back blows efektif, namun belum berhasil membuat saluran napasnya terbuka, maka lakukan chest thrusts sebanyak lima kali.

"Jadi berganti. Biasanya lima back blows, lima chest thrusts, kemudian back blows lagi, terus berganti," jelas dr Endah.

Sementara itu, bila insiden tersedak dialami anak yang lebih besar, lakukan lima back blows, setelah itu lakukan abdominal thrusts (bagian perut), bukan chest thrusts.

"Pada bayi dilakukan di dada, karena organ bayi masih rentan, sehingga sangat berbahaya untuk melakukan abdominal thrusts pada bayi," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement