Sunday, 18 Rabiul Awwal 1443 / 24 October 2021

Sunday, 18 Rabiul Awwal 1443 / 24 October 2021

Penculik di Nigeria Kembali Bebaskan Siswa yang Disandera

Sabtu 09 Oct 2021 14:30 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

 Siswa yang dibebaskan duduk bersama di Government House dengan siswa lain dari sekolah Menengah Sains Pemerintah, di Kankara, Negara Bagian Katsina, Nigeria. Para siswa dibebaskan penculik setelah uang tebusan dibayarkan. Ilustrasi.

Siswa yang dibebaskan duduk bersama di Government House dengan siswa lain dari sekolah Menengah Sains Pemerintah, di Kankara, Negara Bagian Katsina, Nigeria. Para siswa dibebaskan penculik setelah uang tebusan dibayarkan. Ilustrasi.

Foto: EPA-EFE/STRINGER
Para siswa dibebaskan penculik setelah uang tebusan dibayarkan

REPUBLIKA.CO.ID, ABUJA - Lima siswa yang diculik tiga bulan lalu oleh para bandit bersenjata dari sebuah sekolah di Nigeria dibebaskan pada Sabtu (9/10) waktu setempat. Mereka dibebaskan setelah uang tebusan dibayarkan.

Para bandit telah melepaskan para siswa secara berkelompok setelah mendapatkan pembayaran uang tebusan. Pendeta John Hayab, administrator Bethel Baptist High School, mengatakan setelah pembebasan terakhir, empat siswa masih ditahan dan sekolah bekerja untuk memastikan mereka segera dibebaskan.

"Tidak ada siswa yang dibebaskan secara gratis," katanya kepada Reuters pada Jumat malam. Dia menolak mengatakan berapa banyak yang dibayarkan.

Sekitar 150 siswi diculik bandit bersenjata. Mereka menyerbu sekolah di negara bagian Kaduna, di barat laut Nigeria pada Juli. Ini merupakan penculikan massal ke-10 sejak Desember.

Penculikan di sekolah-sekolah di Nigeria pertama kali dilakukan oleh kelompok jihad Boko Haram. Kemudian cabangnya, Negara Islam Provinsi Afrika Barat, juga melancarkan penculikan. Namun taktik itu kemudian diadopsi oleh geng-geng kriminal yang mencari uang tebusan.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA