Saturday, 22 Muharram 1444 / 20 August 2022

Peneliti BRIN: Program Eliminasi Malaria Belum Efektif

Ahad 10 Oct 2021 01:20 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Nyamuk Anopheles gambiae, vektor dari parasit malaria, menyedot darah ketika mengigit peneliti  the International Centre for Insect Physiology and Ecology (ICIPE) di Nairobi, Kenya, April 2008.

Nyamuk Anopheles gambiae, vektor dari parasit malaria, menyedot darah ketika mengigit peneliti the International Centre for Insect Physiology and Ecology (ICIPE) di Nairobi, Kenya, April 2008.

Foto: EPA
Vector control merupakan cara terbaik kendalikan malaria.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti ahli madya Pusat Riset Biologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Nurkanto mengatakan, hingga saat ini program eliminasi malaria belum efektif. Meski begitu, ia menilai, penurunan kasus bisa dikendalikan.

Arif mengemukakan, program eliminasi malaria menghadapi sejumlah tantangan. Contohnya, tingkat resistensi malaria terhadap antimalaria makin tinggi sehingga obat tidak efektif, biaya yang besar, dan siklus hidup dengan beberapa tahap dari malaria yang membutuhkan cara yang berbeda-beda.

Baca Juga

"Cara terbaik adalah vector control (pengendalian vektor), sayangnya belum ada cara efektif untuk vector control sampai saat ini," kata Arif.

Kunci penurunan kasus malaria adalah penggunaan antimalaria yang tepat dan tuntas menggunakan minimal dua obat kombinasi untuk mencegah penularan dan resistensi. Selain itu, perlu pengendalian vektor malaria dengan menghambat perkembangan nyamuk.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA