Thursday, 15 Rabiul Awwal 1443 / 21 October 2021

Thursday, 15 Rabiul Awwal 1443 / 21 October 2021

BI: Pangsa Pasar Makanan Halal RI Terbesar di Dunia

Jumat 08 Oct 2021 11:55 WIB

Red: Friska Yolandha

Kegiatan Online Exhibition ISEF 2021 (ilustrasi). Bank Indonesia (BI) mencatat pangsa pasar makanan halal Indonesia mencapai 13 persen dari pasar global pada kuartal II 2021.

Kegiatan Online Exhibition ISEF 2021 (ilustrasi). Bank Indonesia (BI) mencatat pangsa pasar makanan halal Indonesia mencapai 13 persen dari pasar global pada kuartal II 2021.

Foto: Republika/Prayogi
Ekspor makanan halal Indonesia mencapai 10,36 miliar dolar AS pada kuartal II 2021

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) mencatat pangsa pasar makanan halal Indonesia mencapai 13 persen dari pasar global pada kuartal II 2021. Ini merupakan yang terbesar di dunia.

"Ekspor makanan halal Indonesia juga mencapai 10,36 miliar dolar AS pada kuartal II tahun ini atau tumbuh sebesar 46 persen, ini pertumbuhan yang luar biasa," kata Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (BI) Bambang Himawan dalam Konferensi Pers Kick Off Online Exhibition ISEF 2021 secara daring di Jakarta, Jumat (8/10).

Dengan demikian ia mengatakan sektor makanan halal menjadi sektor unggulan dalam industri halal Indonesia dan berhasil menempati peringkat keempat dunia. Berdasarkan laporan State of The Global Islamic Economy (SGIE) tahun 2020-2021, peringkat Indonesia dalam pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah secara umum naik ke urutan keempat dari urutan kelima pada tahun sebelumnya.

Menurut Bambang, sektor unggulan dalam industri halal Indonesia kini memang cenderung didominasi makanan halal serta fesyen. Pertumbuhan sektor unggulan industri halal yang terdiri dari makanan halal, busana muslim, dan pariwisata ramah muslim pun mencapai 8,2 persen pada kuartal kedua tahun ini.

"Pertumbuhan itu lebih tinggi dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional yang sebesar 7,07 persen di kuartal II 2021," ucap dia.

Karena itu ia menilai Indonesia sebagai negara yang memiliki populasi muslim terbesar di dunia harus mampu mengambil manfaat dari besarnya pasar produk halal. Para pelaku industri halal di Tanah Air pun juga harus mampu berkompetisi di pasar atau panggung global dengan negara lainnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA