Sunday, 27 Zulqaidah 1443 / 26 June 2022

Sah! Putra Mahkota Arab Saudi Miliki Newcastle

Jumat 08 Oct 2021 05:44 WIB

Red: Muhammad Akbar

Newcastle United

Newcastle United

Foto: wikipedia
Konsorsium itu sendiri milik Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman.

REPUBLIKA.CO.ID, NEWCASTLE — Newcastle United telah resmi dibeli konsorsium asal Arab Saudi, Public Investment Fund (PIF), ungkap klub Liga Premier Inggris tersebut dalam sebuah pernyataan pada Kamis (7/10).

"Setelah selesainya Tes Pemilik dan Direktur Liga Premier Inggris, klub telah dijual ke konsorsium dengan segera," kata Liga Premier Inggris dalam situs resmi mereka yang dikutip Reuters.

Konsorsium itu sendiri milik Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman. Setelah gagal pada tahun 2020 lalu, PIF berhasil mengambil alih kepemilikan Newcastle.

PIF sebelumnya telah mengumumkan bahwa mereka menawarkan 305 juta poundsterling (sekitar Rp5,89 triliun) untuk membeli klub timur laut tersebut dari pengusaha asal Inggris Mike Ashley pada 9 April 2020.

Namun, kesepakatan itu gagal diwujudkan pada Juli 2020 di tengah pengawasan dari Liga Premier Inggris, yang mendapat tekanan untuk menghentikan penjualan Newcastle karena kekhawatiran atas dugaan pembajakan siaran di Arab Saudi.

"Liga Premier Inggris, Newcastle United, dan St James Holdings Limited hari ini telah menyelesaikan sengketa pengambilalihan klub oleh konsorsium PIF, PCP Capital Partners dan RB Sports & Media," tambah pihak Liga Inggris.

"Sengketa hukum tersebut terkait entitas mana yang akan memiliki dan/atau memiliki kemampuan untuk mengendalikan klub setelah pengambilalihan."

"Liga Premier sekarang telah menerima jaminan yang mengikat secara hukum bahwa Kerajaan Arab Saudi tidak akan mengendalikan Klub Sepak Bola Newcastle United."

Baca juga : Resmi Bergulir, Kompetisi DBL 2021-2022 Dimulai dari Jakarta

Perselisihan tersebut melibatkan beIN Sports milik Qatar, pemegang hak siar Liga Premier Inggris di Timur Tengah, yang telah dilarang beroperasi di Arab Saudi.

Arab Saudi mencabut larangan itu pada Rabu demi mempercepat kesepakatan tersebut tercapai.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA