Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Murid dan Guru Jangan ke Sekolah Jika Demam

Kamis 07 Oct 2021 21:14 WIB

Red: Qommarria Rostanti

Murid dan guru jangan ke sekolah apabila mengalami demam (ilustrasi).

Murid dan guru jangan ke sekolah apabila mengalami demam (ilustrasi).

Foto: Republika/Mgrol100
Salah satu gejala dari orang yang tertular Covid-19 adalah demam.

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNG PINANG -- Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Riau mengingatkan para pelajar dan guru untuk tidak ke sekolah jika sedang demam. Tujuannya agar tidak menulari penyakitnya kepada orang lain.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kepri, Tjetjep Yudiana, mengatakan para pelajar harus memahami bahwa salah satu gejala dari orang yang tertular Covid-19 adalah demam. Namun, tidak semua orang yang menderita demam terinfeksi Covid-19.

Untuk memastikan orang tersebut terinfeksi Covid-19 melalui tes antigen atau RT-PCR."Lebih baik di rumah, istirahat sampai sembuh. Sebab demam juga menyebabkan imun tubuh menurun sehingga mudah terserang bakteri atau virus," kata dia.

Menurut dia, penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah harus lebih fokus pada pengawasan dan pembinaan terhadap pelajar SD, karena masih anak-anak. Sedangkan pelaksanaan PTM untuk pelajar SMP dan SMA, secara umum sesuai dengan standar protokol kesehatan.

"Kalau pelajar SMP dan SMA lebih mudah diarahkan. Mereka juga sudah paham bagaimana mencegah agar tidak tertular Covid-19," ujarnya.

Tjetjep juga mengingatkan seluruh orang tua atau wali murid untuk ikut serta mengawasi anak-anaknya agar disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, terutama saat beraktivitas di sekolah dan di lingkungan di luar sekolah. Sampai sekarang masih banyak ditemukan pelajar yang tidak menggunakan masker saat pulang sekolah.

"Di sekolah juga saya temukan pelajar yang tidak menggunakan masker dengan benar. Ini tentu harus diperhatikan para guru," kata dia.

Saat ini, kata dia, kasus aktif di Kepri semakin landai. Total kasus aktif Covid-19 tinggal 140 orang, setiap hari terjadi penurunan kasus."Bahkan ada daerah yang hampir habis kasus aktifnya yakni Lingga tinggal dua orang, dan Anambas enam orang," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA