Monday, 15 Rajab 1444 / 06 February 2023

Tentang Pochettino yang Dulunya Terus Dikaitkan dengan MU

Kamis 07 Oct 2021 16:09 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Pelatih kepala Paris Saint-Germain Mauricio Pochettino.

Pelatih kepala Paris Saint-Germain Mauricio Pochettino.

Foto: EPA-EFE/STEPHANIE LECOCQ
Namun berjalannya waktu, terjadi perubahan.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Nama Mauricio Pochettino sempat dikaitkan dengan Manchester United. Tepatnya setelah United memecat Jose Mourinho, tiga tahun silam.

Sekitar Desember 2018. Saat itu manajemen the Red Devils ingin menunjuk Pochettino sebagai suksesor Mou. Pria Argentina itu masih menangani Tottenham Hotspur.

Sang entrenador dinilai mampu mengangkat level Spurs. Di eranya, klub London Utara ini selalu bermain menghibur. Terpenting, the Lilywhites rutin tampil di Liga Champions.

Iblis Merah menjadikannya sebagai kandidat utama. Namun semuanya berubah ketika mereka beralih pada Ole Gunnar Solskjaer. Tanpa banyak rumor, Solskjaer merapat ke Old Trafford.

"Namun setelahnya, keterkaitan MU dengan Pochettino, masih terdengar. Pada Novermber tahun lalu, ia masih diharapkan menangani klub tersebut," demikian laporan yang dikutip dari express.co.uk, Kamis (7/10).

Intinya, dalam beberapa tahun terakhir, Pochettino selalu dihubung-hubungkan dengan Man United. Terutama ketika Paul Pogba dan rekan-rekan mengalami kesulitan. Namun berjalannya waktu, terjadi perubahan.

Belakangan MU hanya meraih dua kemenangan dalam enam pertandingan terakhir. Dalam tren negatif seperti ini, para petinggi klub menunjukkan kepercayaan penuh pada Solskjaer. Mereka tidak memiliki rencana untuk memecat juru taktik asal Norwegia itu.

Lagi pula, Pochettino sudah berada di tim besar lainnya. Pria Argentina ini fokus bersama Paris Saint Germain. Ia mengelola para pemain terbaik dunia seperti Lionel Messi, Kylian Mbappe, serta Neymar jr.

Target di PSG sangat tinggi. Manajemen membuat tim tersebut dihuni sederet jugador kelas wahid. Tentu saja mereka menginginkan trofi di berbagai kompetisi.

Secara khusus di pentas Liga Champions. Dalam dua musim terakhir, minimal Les Parisiens melaju hingga babak empat besar ajang terelite benua biru itu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA