Hujan Buat Satu Lapangan Tenis PON tak Bisa Digunakan

Rep: Fitrianto/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Tampak Petugas sedang memperbaiki lapisan karpet lapangan tenis di venue Tenis Walikota Jayapura.
Tampak Petugas sedang memperbaiki lapisan karpet lapangan tenis di venue Tenis Walikota Jayapura.
Foto: Republika/Fitriyanto
Karpet tenis berwarna hijau yang menggunakan flexi rubber tersebut terkelupas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Hujan semalaman merusak lapangan tenis utama PON XX yang berada di Kantor Walikota Jayapura, Papua Sejak Rabu (6/10) malam sekitar pukul 19.00 WIT hingga jelang subuh atau pukul 03.00 WIT hujan tak berhenti turun.

Satu lapangan Tenis yang menjadi kebanggaan Papua tersebut tidak bisa digunakan. Saat pemain akan melakukan pemanasan di lapangan 3, sebelum pertandingan final tunggal putra digelar, karpet tenis berwarna hijau yang menggunakan flexi rubber tersebut terkelupas.

Pertandingan final Kamis (7/1/) pun dialihkan ke lapangan lainnya yakni lapangan 5. Laga yang semula dijadwalkan pukul 09.30 WIT akhirnya baru bisa dimulai sekitar pukul 11.00 WIT.

Saat pertandingan antara wakil Jawa Timur, Muhammad Rifqi Fitriadi, melawan petenis Papua Barat, Muhammad Althaf Daifulla Albaihaqi, akan memasuki gim ketiga laga kembali tertunda karena hujan kembali turun.

Namun tidak lama, laga kembali dilanjutkan. Jawa Timur menempatkan semua wakilnya di partai final tenis perorangan. Bahkan untuk nomor ganda campuran terjadi all Jawa Timur Final.

Partai kedua akan memainkan Aldilla Sutjiadi (Jawa Timur) melawan wakil Papua Priska Madelin Nugroho. Kemudian dilanjut dengan ganda putra yang mempertemukan Christopher Rungkat/David Agung Susanto (Jatim) berhadapan dengan ganda Papua Barat, Achad Imam Ma'aruf/Tio Juliandi Hutauruk.

Baca juga : Hari Ini, Perebutan 5 Emas Tenis Perorangan PON Papua

Partai final keempat mempertemukan antara pasangan Beatrice Gumulya/Jessy Rompies (Jatim) melawan Novela Rezha Milenia Putria Sari/Septiana Nur Zahiroh (Papua). Laga terakhir dua ganda campuran Jatim saling bentrok yakni Aldila Sutjiadi/Christopher Rungkat vs Beatrice Gumulya vs Anthony Susanto. 

Jawa Timur bertekad sapu bersih, atau meraih tujuh emas dari cabang tenis. Dua medali emas sudah mereka raih di nomro beregu putra dan putri.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Komentar

Terkait


Atlet biliar Papua James Lengkang membidik untuk memasukkan bola saat bertanding babak final kategori One Cushion Single PON Papua 2021 di GOR Biliar SP 5, Kabupaten Mimika, Papua, Selasa (5/10). James berhasil meraih medali emas pada kategori tersebut.

Target 4 Emas PON Sesuai Perhitungan Jitu POBSI Papua

Pebulu tangkis ganda putri DKI Jakarta Ruseli Hartawan dan Nahla Aufa Dhia Ulhaq berusaha mengembalikan kok ke arah ganda putri Banten Serena Kani dan Tryola Nadia pada pertandingan bulu tangkis penyisihan beregu putri PON Papua di GOR Waringin Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Kamis (7/10/2021).

Penyisihan Bulu Tangkis Beregu Putri PON Papua

Pelari asal Provinsi Sumatra Selatan, Rio Maholtra .

Personel Paspampres Pecahkan Rekor Atletik di PON Papua

Petenis Jawa Timur Christoper Rungkat (kanan) dan David Agung (kiri) mengembalikan bola ke arah lawannya petenis Jawa Barat KareemAbdul Hakim/Rafly Febi Puti dalam pertandingan semifinal tenis ganda putra PON Papua 2021 di Jayapura, Papua, Rabu (6/10). Christo/David menang dengan skor 6-3 dan 6-0.

Hari Ini, Perebutan 5 Emas Tenis Perorangan PON Papua

Atlet anggar putra Jabar Anggi Williansyah (kiri) berusaha menusuk atlet anggar putra Riau M Fajri (kanan) saat bertanding pada final Anggar kategori Degen Individual Putra PON Papua di Kompleks Gereja ST Yoseph, Kabupaten Merauke, Papua, Rabu (6/10/2021). Anggi Williansyah menang atas M Fajri sekaligus berhasil meraih medali emas pada kategori tersebut.

Anggi Sabet Degen Individual Putra PON XX Papua

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@rol.republika.co.id (Marketing)

Ikuti

× Image