Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

Banjir Landa Lamandau, BPBD Distribusikan Logistik

Rabu 06 Oct 2021 21:54 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Gita Amanda

Foto udara permukiman warga terendam banjir di Kalimantan Tengah, (ilustrasi).

Foto udara permukiman warga terendam banjir di Kalimantan Tengah, (ilustrasi).

Foto: ANTARA/Makna Zaezar/wsj.
Luapan Sungai Menthobi menyebabkan 200 KK atau sekitar 477 jiwa terdampak

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banjir melanda lima desa di Kecamatan Menthobi Raya, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, Senin (4/10). Sebanyak lima desa tersebut adalah Desa Melata, Desa Nanuah, Desa Topalan, Desa Lubuk Hiju dan Desa Batu Ampar.

"Menurut data yang dihimpun Pusdalops BNPB pada Selasa (5/10) pukul 18.00 WIB, banjir yang diakibatkan curah hujan tinggi sehingga terjadi luapan Sungai Menthobi itu menyebabkan 200 KK / 477 jiwa terdampak," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Rabu (6/10).

Selain itu, dia melanjutkan, banjir dengan tinggi muka air (TMA) sekitar 80 centimeter menggenangi 200 rumah dan enam unit fasilitas umum serta beberapa titik akses jalan antar desa terputus.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau Edison menjelaskan, BPBD terus melakukan kaji cepat dan mendistribusikan logistik kepada warga terdampak.

"BPBD telah mendistribusikan logistik kepada warga terdampak. Hingga Selasa sore banjir berangsur surut di wilayah hulu sungai, namun untuk wilayah hilir sungai terjadi kenaikan dengan TMA sekitar 60-100 centimeter," ujarnya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang yang dapat terjadi di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah selama tiga hari ke depan. Berdasarkan peringatan dini tersebut, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi terjadinya hujan yang mengakibatkan meluapnya debit air sungai Menthobi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA