Thursday, 18 Syawwal 1443 / 19 May 2022

Polisi Segel Penangkaran Buaya di Muarojambi

Rabu 06 Oct 2021 13:44 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, bersama aparat kepolisian, TNI dan warga mengevakuasi seekor buaya muara (Crocodylus porosus) dari Penangkaran Buaya Kebon Sembilan, Muarojambi, Jambi, Sabtu (25/9/2021). BKSDA Jambi akan mengevakuasi seluruh buaya yang diperkirakan berjumlah antara 25-30 ekor dari penangkaran buaya milik swasta yang telah terbengkalai itu secara bertahap ke tempat penangkaran sementara di Kabupaten Batanghari.

Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, bersama aparat kepolisian, TNI dan warga mengevakuasi seekor buaya muara (Crocodylus porosus) dari Penangkaran Buaya Kebon Sembilan, Muarojambi, Jambi, Sabtu (25/9/2021). BKSDA Jambi akan mengevakuasi seluruh buaya yang diperkirakan berjumlah antara 25-30 ekor dari penangkaran buaya milik swasta yang telah terbengkalai itu secara bertahap ke tempat penangkaran sementara di Kabupaten Batanghari.

Foto: ANTARA/Wahdi Septiawan
Polisi khawatir masih ada buaya yang tersisa di penangkaran yang lama tak terurus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI -- Polsek Sungai Gelam menutup lokasi penangkaran buaya yang terletak di Desa Talang Kerinci, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi. Garis polisi dipasang agar masyarakat sekitar tidak memasuki area penangkaran buaya.

Kepala Polsek Sungai Gelam, Inspektur Polisi Dua Candra, Rabu, mengaku khawatir masih ada buaya atau telurnya yang tersisa. Penangkaran buaya itu sudah lama tidak diurus, sementara satwa koleksinya sudah dipindahkan tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi.

Baca Juga

photo
Foto udara kolam Penangkaran Buaya Kebon Sembilan yang berdampingan dengan pemukiman di Kebon IX, Muarojambi, Jambi, Sabtu (18/9/2021). Penangkaran buaya milik swasta yang berdampingan dengan pemukiman atau tempat ditemukannya beberapa ekor buaya di sekitar rumah warga beberapa hari lalu itu terbengkalai dan hanya dipagari dinding kayu dan seng di beberapa titik. - (Antara/Wahdi Septiawan)

"Kemungkinan besar seluruh buaya yang ada di dalam penangkaran ini sudah semuanya ditangkap dan dipindahkan sementara ke lokasi yang aman," tuturnya.

Candra menjelaskan, pihaknya belum bisa memastikan bekas penangkaran buaya itu aman karena air kolam sedang dalam kondisi keruh. Ada 18 buaya hidup dipindahkan dan ditemukan dua buaya mati.

"Kami telah memindahkan tiga buaya yang lepas dari penangkaran," kata Candra.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA