Thursday, 25 Syawwal 1443 / 26 May 2022

Keluarga Mantan PKI Kembali Memeluk Islam

Rabu 06 Oct 2021 13:42 WIB

Red: Muhammad Subarkah

Lambang PKI dan Kantor Pemuda Rakyat di serbu masa seisai peristiwa G30SPKI. Komunisme berserta ajaran Marxisme dan Lenimisme kemudian di larang di Indoneisa..

Lambang PKI dan Kantor Pemuda Rakyat di serbu masa seisai peristiwa G30SPKI. Komunisme berserta ajaran Marxisme dan Lenimisme kemudian di larang di Indoneisa..

Foto: Iphos
Arus kembali memeluk Islam di basis PKI karena gerakan dakwah.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Hanibal W Y Wijayanta, Wartawan Utama dan Penulis Senior.*

PASCA peristiwa G-30-S/PKI 1965, banyak mantan anggota PKI, onderbouw, dan keluarga mereka di Jawa Tengah memeluk agama Kristen, Katolik, juga Hindu dan Buddha. Umumnya mereka memeluk agama Kristen atau Katolik karena merasa gereja Kristen dan Katolik memberikan perlindungan kepada mereka ketika mereka diintimidasi tentara yang memanfaatkan ormas-ormas Islam seperti GP Ansor untuk memberangus dan menangkapi mereka.

Robert Cribb mengungkap fenomena gelombang perpindahan agama usai Pemberontakan PKI 1965 dalam bukunya The Indonesia Killing: Pembantaian PKI di Jawa dan Bali 1965-1966‘. Kata Cribb, pada tahun keenam setelah pembantaian, diperkirakan 2,8 juta orang berpindah agama menjadi Kristen (baik Protestan maupun Katolik), khususnya di Jawa Timur, Timor Timur, dan Sumatra Utara.

Baca juga : Said Aqil Bertemu Jokowi Soal Rencana Muktamar NU

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA