Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

Orang tua Diimbau Agar tidak Menunggu Anak Saat PTM

Rabu 06 Oct 2021 13:39 WIB

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Friska Yolandha

Pelajar salam kepada orang tuanya sebelum menghadiri Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di SMP Negeri 1 Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (4/10). Sebanyak 200 sekolah tingkat SMP dan SMA di Kota Bogor melaksanakan PTMT dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan peserta didik sudah mendapatkan vaksin dosis kedua.  Republika/Putra M. Akbar

Pelajar salam kepada orang tuanya sebelum menghadiri Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di SMP Negeri 1 Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (4/10). Sebanyak 200 sekolah tingkat SMP dan SMA di Kota Bogor melaksanakan PTMT dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan peserta didik sudah mendapatkan vaksin dosis kedua. Republika/Putra M. Akbar

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Siswa juga diimbau untuk tidak berkerumun sepulang sekolah.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Seluruh satuan mulai dari TNI-Polri dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan disiagakan untuk melakukan pengawasan, terhadap anak-anak selama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang dimulai awal pekan ini. Termasuk juga pengawasan terhadap orang tua, yang kerap menunggu anak-anaknya selama belajar di sekolah.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, pihaknya menurunkan personl dari Satuan Lalu Lintas, Sabhara, dan bekerja sama dengan Kodim 0606 Kota Bogor.

“Semuanya kalau melihat ada kerumunan, tidak ada tujuan jelas itu pasti nanti saya perintahkan untuk foto sebagai bukti untuk sekolahnya,” ujar Susatyo di Mako Polresta Bogor Kota, Rabu (6/10).

Susatyo mengatakan, orang tua yang kerap mengantar dan menunggu anaknya belajar di sekolah juga menjadi atensi. Sebelum PTM digelar, Satgas Covid-19 Kota Bogor telah menggelar rapat bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, agar sekolah-sekolah memenuhi daftar Standar Operasional Prosedur (SOP). Baik dari guru, siswa, komite, dan orang tua murid.

“Kami sampaikan kepada lingkungan sekolah, pokoknya lingkungan sekolah itu kan lingkungan steril. Sudah ada protokol kesehatan cara masuk sekolah. Sehingga kalau memang pada saat menjemput silakan menjemput, kalau sekolah ya jangan kumpul-kumpul tunggu anak sekolah,” tegasnya.

Baca juga : Satgas: Kasus Covid Mingguan Turun 34,6 Persen

Dia pun terus mengimbau agar para siswa tidak berkerumun sepulang sekolah. Hal itu juga menghindari adanya aksi tawuran yang kerap terjadi di antara siswa antar sekolah.

Oleh karena itu, Polresta Bogor Kota menggelar Apel Pelajar Sadar Protokol Kesehatan Covid-19, yang dihadiri oleh 200 pelajar se-Kota Bogor. Dimana pelajar tersebut mewakili masing-masing sekolah yang telah menggelar PTM.

“Ketika ada yang berkerumun, petugas akan foto mereka dari sekolah mana, kita bersurat kepada sekolah tersebut, memberikan teguran sekaligus mengevaluasi pelaksanaan PTM yang dilaksanakan. Berarti pelajar ini tidak memanfaatkan waktu PTM ini dengan sebaik-baiknya,” jelasnya

Susatyo berharap, PTM di Kota Bogor bisa berjalan dengan tertib. Sehingga sekolah lain yang belum menggelar PTM bisa menyusul, dan tidak menimbulkan klaster baru. Mengingat angka kasus Covid-19 di Kota Bogor mulai menurun.

Di lokasi yang sama, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menambahkan, akan ada Satgas khusus yang mengawasi pelaksanaan PTM. Dimana Satgas tersebut terdiri dari Disdik Kota Bogor, Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bogor.

Selain itu, Satgas Pelajar Kota Bogor juga akan kembali dilibatkan untuk proses pengawasan pra dan pasca PTM dilaksanakan. “Akan ada Satgas Pelajar yang memang nanti akan memberikan laporan secara rutin kepada kita, manakala ada perbaikan yang harus dilakukan dan ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Baca juga : Reinfeksi Covid-19 Intai Penyintas yang Belum Divaksinasi

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA