Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

Pengamat: Pajak Orang Kaya akan Tambah Penerimaan Negara

Rabu 06 Oct 2021 00:26 WIB

Red: Agus Yulianto

Ilustrasi Orang Bayar Pajak

Ilustrasi Orang Bayar Pajak

Foto: Foto : MgRol112
Ini sinyal sistem pajak yang lebih adil dan selaras dengan prinsip ability to pay.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat pajak DDTC Bawono Kristiaji memperkirakan, tarif Pajak Penghasilan (PPh) baru bagi Orang Pribadi (OP) dengan penghasilan di atas Rp 5 miliar sebesar 35 persen dapat meningkatkan penerimaan negara. Berdasarkan data dari Kementerian Keuangan, jumlah wajib pajak dengan penghasilan di atas Rp 5 miliar sesungguhnya hanya kurang dari 0,1 persen dari total wajib pajak. 

"Namun demikian, potensi pajak yang bisa disumbangkan bisa mencapai belasan triliun, jadi tentu akan ada kenaikan penerimaan pajak dari kelompok kaya," kata Bawono, Selasa (5/10).

Terlebih, dalam RUU HPP tersebut, pemerintah juga berencana memahami natura dengan kriteria tertentu. Sebagai informasi, banyak kelompok kaya tidak hanya menerima penghasilan dari pemberi kerja, tapi juga mendapat fasilitas berupa rumah, kendaraan, dan sebagainya.  "Ini nanti tentu akan memberikan tambahan penerimaan pula," ucap Bawono.

Bawono pun mengapresiasi rencana pemerintah mengenakan PPh sebesar 35 persen bagi OP dengan penghasilan di atas Rp 5 miliar setahun. Menurutnya, langkah ini merupakan sinyal untuk membuat sistem pajak yang lebih adil dan selaras dengan prinsip ability to pay.

Langkah ini juga sesuai dengan rekomendasi lembaga internasional seperti International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia (WB) untuk mendorong kontribusi orang kaya dalam pemajakan pascapandemi. "Juga selaras dengan tren struktur PPh OP secara global yang kini mayoritas negara memiliki tarif tertinggi antara 31 sampai 40 persen serta jumlah tax bracket sebanyak lima kelompok penghasilan," imbuhnya.

Jika pemerintah ingin lebih efektif lagi dalam mendorong penerimaan dari kelompok kaya, Bawono menyarankan, strategi lain. Seperti peninjauan kembali skema pajak atas penghasilan yang berasal dari modal (passive income). 

Pasalnya, kata dia, komposisi penghasilan orang kaya juga banyak berasal dari passive income. "Padahal, pengenaan pajak bersifat final dan tidak mengikuti tarif progresif yang saat ini diubah," ucapnya.

Di samping itu, pemerintah juga bisa mengoptimalkan kepatuhan pajak dari kelompok kaya melalui strategi khusus yang diemban oleh unit tertentu.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA