Tuesday, 12 Jumadil Awwal 1444 / 06 December 2022

25,6 Persen Masyarakat Indonesia Sudah Divaksinasi Lengkap

Selasa 05 Oct 2021 19:18 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Bayu Hermawan

Juru Bicara Pemerintah untuk  Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.

Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Wiku mengatakan 53.325.259 penduduk Indonesia sudah mendapatkan vaksin dosis lengkap.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan total penduduk Indonesia yang telah divaksin dosis lengkap berjumlah 53.325.259 orang. Jika dikalkulasikan dengan target capaian vaksinasi hingga tahap akhir yaitu sebanyak 208.265.720 penduduk, maka capaian vaksinasi baru 25,6 persen.

Sementara, total masyarakat yang baru mendapat vaksin dosis pertama ada sebanyak 90.638.945 penduduk.

Baca Juga

"Sampai pada hari ini 90.638.945 penduduk Indonesia atau sebesar 45,44 persen dari total sasaran vaksinasi, telah mendapatkan vaksin dosis pertama. Sedangkan 53.325.259 penduduk atau sebesar 25,6 persen dari total sasaran vaksinasi telah mendapatkan vaksin dosis kedua," ujar Wiku dalam konferensi pers secara daring, Selasa (5/10).

Karena itu, Pemerintah kata Wiku, terus berkomitmen untuk mengakselerasi program vaksinasi selesai sesuai target yang telah ditentukan. Wiku menegaskan, koordinasi dengan pemerintah daerah juga terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan vaksin dapat dipenuhi secepatnya.

"Maka dari itu dimohon kepada masyarakat yang masuk dalam kategori sasaran vaksin, namun belum divaksin agar dapat mendaftarkan diri ke fasilitas vaksin terdekat agar segera menerima vaksin," ujar Wiku.

Wiku juga menghimbau kepada masyarakat yang sudah divaksin baik dosis pertama atau kedua tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Sebab, sudah divaksin bukan berarti tidak berarti bebas dari Covid-19, tetapi memberi perlindungan untuk mengurangi risiko sakit atau kematian.

"Agar dapat melindungi diri sendiri dan orang lain secara maksimal," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA