Selasa 05 Oct 2021 14:44 WIB

Pengusaha Siapkan Strategi Sambut Implementasi RCEP

Setiap perjanjian dagang yang disepakati diharap meningkatkan kualitas ekspor.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Friska Yolandha
Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (22/7/2021). Ratifikasi Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) diharapkan rampung akhir tahun ini sehingga bisa diterapkan mulai 1 Januari 2022.
Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (22/7/2021). Ratifikasi Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) diharapkan rampung akhir tahun ini sehingga bisa diterapkan mulai 1 Januari 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ratifikasi Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) diharapkan rampung akhir tahun ini sehingga bisa diterapkan mulai 1 Januari 2022. Para pengusaha daerah diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk untuk bisa bersaing dalam kerja sama RCEP.

Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, menyampaikan, neraca perdagangan Indonesia yang saat ini mencatatkan surplus tidak terlepas dari peran pengusaha di setiap daerah yang memproduksi berbagai produk berkualitas. Karena itu, setiap perjanjian dagang yang disepakati diharap meningkatkan kualitas dan kuantitas ekspor produk lokal.

Baca Juga

"Surplus yang saat ini tercatat adalah kerja sama semua pihak, termasuk daerah lewat produk-produknya," kata Jerry dalam Sosialisasi RCEP, Selasa (5/10).

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bogor, Almer Faiq Rusydi, menuturkan, dengan selesainya proses perundingan RCEP, pengusaha Indonesia memiliki peluang akses pasar yang lebih luas. Namun, itu harus diiringi dengan peningkatan kualitas produk, strategi branding, sistem logistik, hingga sistem pembayaran yang lebih mudah.

Menurutnya itu menjadi salah satu kunci agar Indonesia bisa dengan maksimal memanfaatkan fasilitas dalam RCEP. Untuk mendukung itu semua, ia menilai, penting bagi Indonesia untuk melakukan penyesuaian kebijakan guna meningkatkan daya saing ekonomi nasional dan yang tak kalah penting memastikan masuknya investor.

"Baik investasi dalam negeri maupun luar negeri di sektor riil industri manufaktur. Khususnya industri berorientasi digital dan revolusi industri keempat," katanya.

Disamping itu, ia menyampaikan, pelaku usaha di Bogor sebagai salah satu daerah yang berkontribusi dalam kegiatan ekspor juga akan mempersiapkan sektor jasa sebagai pelumas bagi sektor manufaktur maupun sektor usaha lainnya.

Selain itu, menetapkan strategi pertahanan di pasar domestik maupun luar negeri terhadap potensi produk-produk saingan dari sesama anggota RCEP. "Kita juga akan melakukan akurasi pendataan kebutuhan produk di negara anggota RCEP dan mendatangi perusahaan-perusahaan yang hasil produksinya sudah diminati," ujar dia. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement