Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Sejarawan Sebut Depok Itu Kota yang Identik dengan Air

Selasa 05 Oct 2021 06:22 WIB

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Erik Purnama Putra

Sejarawan JJ Rizal (tengah).

Sejarawan JJ Rizal (tengah).

Foto: Dok Pemkot Jakpus
Seharusnya Depok itu menjadi kota yang menghargai sains.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Sejarawan JJ Rizal menyampaikan, pentingnya kegiatan Ngaji Budaya. Menurutnya, Ngaji Budaya adalah mengkaji dan mengajak berpikir ulang posisi kebudayaan sebagai alat survive. Dia menyebut, kebudayaan bisa menjadi alat bertahan hidup, karena ada nilai-nilai yang diperlukan hari ini.

Dia menuturkan, problem besar krisis nilai bukan hanya terjadi di Kota Depok, melainkan juga di banyak tempat di Indonesia. "Misalnya Depok sampai hari ini tidak bisa merumuskan sebagai Kota. Nilai apa sih yang ingin diajukan nilai urban, Betawi. Kenapa sampai tidak ada jawaban karena tidak ada pengetahuan tentang nilai soalnya nilai," ujar Rizal dalam acara Ngaji Budaya di Joglo Nusantara, Situ Pengasinan, Kota Depok, Jawa Barat, Ahad (3/10).

"Depok itu kota yang identik dengan air. Hari ini mayoritas situ itu rusak, ada nilai penting dari artefak yang penting sebagai penunjuk nilai identitas atau budaya," ujar Rizal geram.

Menurut dia, secara historis Depok juga sebagai kota sains karena pernah punya sejarah dengan Cornelis Chastelein sebagai peneliti. Hanya saja, sambung dia, keberadaan Cornelis lebih dikenal sebagai seorang penginjil atau penyebar agama Kristen. Rizal menilai, kondisi tersebut sebenarnya membuat warga Depok tidak belajar pengetahuan tentang siapa Chastelein sebenarnya.

"Seharusnya Depok itu menjadi kota yang menghargai sains. Paling tidak tanpa terus ke Chastelein, melihat UI (Universitas Indonesia) pemicu perkembangan. Kita ingin melihat Kota Depok memberi ruang lebih. Banyak problem nilai di Depok, menurut saya tidak mau Ngaji Budaya kayak begini. Jadi posisinya penting buat Kota Depok," terang Rizal.

Ketua penyelenggara Ngaji Budaya, Bobby menuturkan, acara tersebut menghadirkan narasumber pegiat budaya Joko Koentono, sejarawan JJ Rizal, desainer Murni Khuarizmi, dengan dimoderatori Irfan Hakim. Dia menyebut, acara juga diramaikan pagelaran 'Sinden Opera Wayang Beber' bersama Mahagenta dan Wayang Beber Metropolitas.

"Kolaborasi kesenian asli Indonesia yang menggabungkan konsep Wayang Beber dipadukan alunan merdu pesinden," ujar Bobby.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA