Saturday, 29 Rabiul Akhir 1443 / 04 December 2021

Saturday, 29 Rabiul Akhir 1443 / 04 December 2021

Ilmuwan Ciptakan Musik dari Susunan Protein

Selasa 05 Oct 2021 04:08 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Dwi Murdaningsih

Musik (ilustrasi)

Musik (ilustrasi)

Foto: Wikimedia
Ilmuwan mengubah algoritma susunan protein menjadi nada-nada.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada banyak hal di dunia ini yang terlihat tidak masuk akal tapi ternyata bisa dilakukan. Salah satunya adalah membuat musik dari susunan protein. Kok bisa ya?

Dilansir dari Japan Today, Ahad (3/10), Peng Zhang, peneliti postdoktoral Biologi Komputasi Universitas Rockefeller dan Yuzong Chen, profesor tetap di Departemen Farmasi Fakultas Sains di National University of Singapore percaya bahwa mendengar suara kehidupan di tingkat molekuler dapat membantu menginspirasi orang untuk belajar lebih banyak tentang biologi dan ilmu komputasi.

Baca Juga

Keduanya memimpin tim siswa sekolah menengah dan ilmuwan lain untuk mencari cara membuat musik klasik dari protein. Mereka mengubah susunan protein menjadi musik.

Analogi Musik dari Protein

Protein terstruktur seperti rantai terlipat. Rantai ini terdiri dari unit kecil dari 20 kemungkinan asam amino, masing-masing diberi label dengan huruf alfabet. 

Rantai protein yang direpresentasikan sebagai untaian huruf alfabet ini, sangat mirip dengan untaian not musik dalam notasi abjad. Rantai protein juga dapat melipat menjadi pola bergelombang dan melengkung dengan naik, turun, belokan dan loop. Demikian pula, musik terdiri dari gelombang suara dengan nada yang lebih tinggi dan lebih rendah, dengan tempo yang berubah-ubah dan motif yang berulang.

Zhang dan Chen membuat algoritme protein-ke-musik yang dengan demikian dapat memetakan fitur struktural dan fisiokimia dari untaian asam amino ke fitur musik untaian nada. Untuk studi, Zhang dan Chen secara khusus memilih musik piano klasik periode Romantik abad ke-19.

Musik jenis ini biasanya menjangkau berbagai nada dengan fitur yang lebih kompleks. Musik dari periode ini juga cenderung memiliki melodi yang lebih ringan dan lebih anggun serta emosional. 

Untuk menguji algoritme, Zhang dan Chen menerapkannya pada 18 protein yang memainkan peran kunci dalam berbagai fungsi biologis. Setiap asam amino dalam protein dipetakan ke nada tertentu berdasarkan seberapa sering mereka muncul dalam protein dan aspek biokimia lainnya sesuai dengan aspek lain dari musik. Asam amino berukuran lebih besar, misalnya akan memiliki panjang nada yang lebih pendek dan sebaliknya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA