Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

Airlangga: Anak Muda Jangan Hanya Berpikir Jadi ASN

Senin 04 Oct 2021 20:07 WIB

Red: Ratna Puspita

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Foto: SIGID KURNIAWAN/ANTARA
Pemerintah telah mendukung anak muda untuk menjadi wirausaha melalui program UMKM.

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON -- Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta anak muda mempunyai perubahan pola pikir dalam menjalani hidup agar tidak hanya fokus menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia mengatakan pemerintah telah mendukung anak muda untuk menjadi wirausaha melalui sejumlah program yang telah disiapkan bagi pelaku usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Mindset anak muda jangan hanya menjadi ASN, tetapi bagaimana mengembangkan diri menjadi seorang wiraswasta," katanya saat melakukan pertemuan dengan tokoh agama, masyarakat dan pemuda di Ambon, Senin (4/10).

Baca Juga

Program bantuan yang telah disiapkan pemerintah antara lain Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau bantuan langsung tunai (BLT) bagi para pelaku UMKM, serta program Bantuan Presiden (Banpres) Produktif sebesar Rp1,2 juta. Selain itu, tambah dia, pemerintah juga telah meluncurkan bantuan tunai untuk pedagang kaki lima dan atau warung dalam bentuk tunai senilai Rp1,2 juta yang didistribusikan melalui TNI dan Polri.

Selama ini, pemerintah telah menggelontorkan kredit buat pelaku usaha yang terpapar pandemi Covid-19 dengan membagikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan. Dana untuk penyaluran KUR tersebut mencapai Rp285 triliun pada 2021 dengan maksimal pinjaman Rp100 juta, bunga sebesar 3 persen per tahun dan tanpa agunan.Hingga saat ini, nilai KUR yang digelontorkan di Provinsi Maluku telah mencapai Rp768 miliar yang dinikmati 26.660 debitur.

Airlangga memastikan berbagai program tersebut dapat diakses masyarakat dengan mudah, sehingga perekonomian tetap tumbuh, meski saat ini sedang terjadi pandemi Covid-19. "Program permodalan ini bisa diakses masyarakat untuk mendorong pemulihan ekonomi, apalagi kota Ambon dan Maluku sudah berada di PPKM Mikro Level 2 yang artinya aktivitas ekonomi sudah mulai berjalan normal," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA