Sunday, 18 Rabiul Awwal 1443 / 24 October 2021

Sunday, 18 Rabiul Awwal 1443 / 24 October 2021

Menkes Australia: Wabah Covid-19 Mulai Reda

Senin 04 Oct 2021 13:41 WIB

Red: Friska Yolandha

Orang-orang tiba di Pusat Vaksinasi Sydney Barat Daya, di Macquarie Fields di Sydney, New South Wales, Australia, 24 September 2021. Pemerintah New South Wales telah melonggarkan aturan di bidang yang menjadi perhatian virus corona sebagai batas waktu bagi pekerja penting setempat untuk memilikinya dosis vaksin tercapai.

Orang-orang tiba di Pusat Vaksinasi Sydney Barat Daya, di Macquarie Fields di Sydney, New South Wales, Australia, 24 September 2021. Pemerintah New South Wales telah melonggarkan aturan di bidang yang menjadi perhatian virus corona sebagai batas waktu bagi pekerja penting setempat untuk memilikinya dosis vaksin tercapai.

Foto: EPA-EFE/DAN HIMBRECHTS AUSTRALIA AND NEW ZEA
Hampir separuh jumlah kasus baru pada Senin adalah mereka yang berusia 10-29 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Wabah Covid-19 yang dipicu varian Delta di Australia tampaknya mulai mereda ketika banyak wilayah memperpanjang lockdown. Meski demikian, Menteri Kesehatan Greg Hunt mengatakan vaksinasi hampir mencapai target.

"Ada alasan penting untuk berharap," kata Hunt dalam konferensi pers yang disiarkan televisi pada Senin (4/10).

Dia merujuk pada penurunan drastis jumlah kasus harian di negara bagian New South Wales (NSW), di mana kota terbesar Sydney berada. NSW pada Senin melaporkan enam kematian dan 623 kasus baru, turun dari rata-rata 900 lebih kasus harian pekan lalu.

"Victoria, ya, itu tantangan besar... Tapi kami mulai melihat kurva (kasus baru) yang mendatar di Victoria," kata Hunt.

Negara bagian Victoria melaporkan empat kematian dan 1.377 kasus baru, naik dari 1.220 pada Minggu dan melampaui rekor tertinggi 1.488 pada Sabtu. Para pejabat menyalahkan lonjakan kasus di Victoria pada putaran final kompetisi futbol Australian Rules yang melanggar aturan penguncian ketat pada akhir pekan sebelumnya.

Hampir separuh jumlah kasus baru pada Senin adalah mereka yang berusia 10-29 tahun. Para pakar telah memperingatkan jumlah kasus mungkin akan meningkat lagi setelah Australia keluar dari penguncian seperti di negara-negara lain yang lebih dulu mencapai target vaksinasi.

Ibu kota Melbourne pada Ahad telah menjalani penguncian selama 245 hari sejak Maret 2020, mengalahkan Buenos Aires sebagai kota dengan masa lockdown terpanjang di dunia, menurut media setempat.

Hunt mengatakan tingkat vaksinasi dosis pertama di Australia pekan ini akan mencapai 80 persen. Pemerintah Australia berencana mencabut semua pembatasan Covid-19, termasuk larangan bepergian, ketika 80 persen penduduk 16 tahun ke atas telah divaksin sepenuhnya. Target itu diharapkan tercapai pada pertengahan November. 

NSW akan mulai melonggarkan pembatasan mulai 11 Oktober ketika tingkat vaksinasi dosis kedua diperkirakan naik menjadi 70 persen dari 67 persen saat ini. Victoria berharap bisa mencapai target 70 persen pada 26 Oktober dari sekitar 52 persen saat ini.

Hunt juga mengatakan penanganan Covid-19 di Australia terbantu dengan kedatangan 15.000 dosis tambahan sotrovimab baru-baru ini. Obat buatan GlaxoSmithKline dan Vir Biotechnology itu terbukti efektif mengurangi kasus rawat inap dan kematian pada pasien Covid-19 yang berisiko tinggi jika diberikan di awal sakit. Hunt mengatakan dirinya berharap obat Covid-19 lain, sebuah pil antivirus yang sedang diuji oleh Merck & Co Inc, akan tersedia di Australia pada kuartal pertama 2022.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA