Senin 04 Oct 2021 13:14 WIB

Ini Alasan Soundtrack 'Shang-Chi' Bertabur Penyanyi Korea

Sejumlah penyanyi besar asal Korea Selatan mengisi lagu dari soundtrack 'Shang-Chi'.

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Nora Azizah
Sejumlah penyanyi besar asal Korea Selatan mengisi lagu dari soundtrack 'Shang-Chi'.
Foto: Marvel/Disney
Sejumlah penyanyi besar asal Korea Selatan mengisi lagu dari soundtrack 'Shang-Chi'.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Siapa pun yang mendengarkan soundtrack film aksi terbaru Marvel Studios Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings akan memperhatikan ada sejumlah besar artis Korea di daftar lagunya. Produser eksekutif Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings: The Album Sean Miyashiro ternyata penggemar musik Korea dan berteman dengan artis Korea, seperti penyanyi hip-hop dan R&B Zion.T.

“Semua artis yang ada dalam rekaman ini adalah teman kami, orang-orang yang selalu ingin kami ajak melakukan sesuatu, dan memiliki hubungan yang sangat baik dengannya," kata Miyashiro (40 tahun), yang perusahaannya 88rising berbasis di New York telah berfokus pada produksi dan promosi musik orang Amerika-Asia dan orang Asia di Amerika Serikat.

Baca Juga

Miyashiro mengatakan musisi seperti DPR Ian (Christian Yu), DPR Live (Hong Da-bin), BIBI (Kim Hyung-seo), dan Seori adalah contoh seniman sangat berbakat dan beberapa artis Korea yang paling cepat berkembang, yang membuka jalan bagi generasi berikutnya.

“Jadi ya, semuanya terjadi secara alami. Tidak ada strategi yang direncanakan," ujar dia dilansir Yonhap News, Senin (4/10).

Album berisi 18 lagu, yang diproduseri oleh Miyashiro dan 88rising, termasuk "Nomad" yang dibawakan oleh Zion.T dan penyanyi-penulis lagu Jepang Gen Hoshino, "Warriors" oleh Seori dan Warren Hue, "Diamonds + and Pearls" oleh DPR Live, DPR Ian, peace, serta "Never Gonna Come Down" oleh BIBI dan Mark Got7. Rapper Anderson .Paak, yang lagunya "Fire In The Sky" ditampilkan di album merupakan bagian dari warisan Korea. Mereka menjadi artis Korea yang tampil untuk soundtrack Marvel, sejak lagu leader BTS, RM "Fantastic" ft. Mandy Ventrice untuk film Fantastic Four pada 2015.

"Anda akan melihat lebih banyak kehadiran dalam hal kolaborasi antara 88rising dan artis Korea, apakah itu sesederhana satu lagu bersama, atau mungkin proyek berskala sangat besar,” kata Miyashiro.

Produser yang tinggal di San Jose, California itu lahir dari ayah Jepang dan ibu Korea, yang berasal dari kota pelabuhan selatan, Busan. Miyashiro tumbuh dewasa dengan mendengarkan musik, seperti Beach Boys, dengan ibunya. Selain itu, Miyashiro mendengarkan musik Korea dengan teman-teman dari Vietnam, Cina, dan Filipina, higga jatuh cinta dengan hip-hop Korea, seperti Drunken Tiger dan Dynamic Duo.

"Saya sangat terinspirasi bukan hanya oleh musiknya, tetapi juga betapa seriusnya seniman-seniman ini dalam membuat karya mereka," ujar dia.

Miyashiro memuji seniman Korea terampil dalam bermusik, serta menghormati dan mencintai budaya hip-hop.

“Jadi hubungan itu sangat menginspirasi saya, dan saya sangat bangga mereka bisa membuat musik yang luar biasa,” kata dia.

Tahun-tahun awal kehidupan Miyashiro itulah yang mendorongnya ke industri musik dengan misi untuk merayakan artis-artis Asia. Sebelum mendirikan 88rising pada 2015, dia menyoroti bahwa tidak ada tempat untuk secara konsisten dan terukur merayakan materi kreatif dari musisi Asia.

"Saya berpikir bahwa jika kita memiliki satu jenis kolektif atau gerakan untuk menampilkan seni dan ekspresi orang-orang ini, itu akan menjadi hal yang sangat hebat, karena tidak ada yang benar-benar ada,” ujar Miyashiro.

Pada 2020, perusahaan melaporkan lonjakan pendapatan 41 persen menjadi 35 juta dolar AS (sekitar Rp 499 miliar), terlepas dari pandemi Covid-19. Tahun ini, perusahaan memproyeksikan pendapatan hampir dua kali lipat, atau menjadi 67 juta dolar AS (sekitar Rp 955 miliar).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement