Saturday, 29 Rabiul Akhir 1443 / 04 December 2021

Saturday, 29 Rabiul Akhir 1443 / 04 December 2021

Rupiah Konsolidasi Dibayangi Tapering dan Kenaikan Energi

Senin 04 Oct 2021 11:01 WIB

Red: Friska Yolandha

Karyawan menunjukkan uang dolar Amerika Serikat (AS) di tempat penukaran valuta asing, Jakarta, Rabu (6/1/2021). Nilai tukar rupiah menguat 20 poin (0,14 persen) terhadap mata uang Negeri Paman Sam dan ditutup pada level Rp 13.895 per dolar AS.

Karyawan menunjukkan uang dolar Amerika Serikat (AS) di tempat penukaran valuta asing, Jakarta, Rabu (6/1/2021). Nilai tukar rupiah menguat 20 poin (0,14 persen) terhadap mata uang Negeri Paman Sam dan ditutup pada level Rp 13.895 per dolar AS.

Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA
Rupiah hari ini berpotensi melemah ke kisaran Rp 14.330 per dolar AS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan diperkirakan konsolidasi dibayangi sentimen pengurangan stimulus atau tapering oleh bank sentral Amerika Serikat The Fed dan kenaikan harga energi. Rupiah Senin (4/10) pagi ini bergerak menguat 8 poin atau 0,05 persen ke posisi Rp 14.300 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.308 per dolar AS.

"Rupiah mungkin masih berkonsolidasi di area Rp 14.300-an hari ini. Sentimen tapering ditambah dengan sentimen kenaikan harga energi dan kasus Covid-19 global yang masih meninggi yang bisa melambatkan pertumbuhan ekonomi global, masih menjadi penekan rupiah," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Menurut Ariston, pelaku pasar masih mewaspadai kebijakan tapering yang mungkin akan diberlakukan pada November atau Desember. Tapering tersebut menandai dimulainya kebijakan pengetatan moneter.

Tapering diperkirakan diakhiri pada pertengahan 2022 yang kemungkinan besar akan diikuti dengan kenaikan suku bunga beberapa bulan berikutnya yang artinya bisa lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. "Kenaikan harga energi telah menekan pertumbuhan manufaktur China pada bulan terakhir dan juga menganggu perekonomian di sejumlah negara Eropa. Ini bisa menjadi sentimen negatif untuk aset berisiko," ujar Ariston.

Dari dalam negeri, jumlah kasus harian Covid-19 pada Minggu (3/10) bertambah 1.142 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 4,22 juta kasus. Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar Covid-19 mencapai 58 kasus sehingga totalnya mencapai 142.173 kasus.

Sementara itu, jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 2.020 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 4,04 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif Covid-19 mencapai 32.876 kasus.

Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 93,78 juta orang dan vaksin dosis kedua 52,68 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksinasi.

Ariston mengatakan rupiah hari ini berpotensi melemah ke kisaran Rp 14.330 per dolar AS hingga Rp 14.350 per dolar AS dengan potensi penguatan di kisaran Rp 14.290 per dolar AS. Pada Jumat (1/10) lalu, rupiah ditutup menguat 5 poin atau 0,03 persen ke posisi Rp 14.308 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.313 per dolar AS.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA