Senin 04 Oct 2021 02:06 WIB

Merger Pelindo Diharapkan Pangkas Kesenjangan Ekonomi

Merger Pelindo mengemban tujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi kepelabuhan.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha
Chairman Supply Chain Indonesia Setijadi mengharapkan merger PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, III, dan IV (Persero) ke dalam PT Pelindo II dapat berkontribusi kontribusi terhadap pengurangan kesenjangan perekonomian.
Foto: istimewa
Chairman Supply Chain Indonesia Setijadi mengharapkan merger PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, III, dan IV (Persero) ke dalam PT Pelindo II dapat berkontribusi kontribusi terhadap pengurangan kesenjangan perekonomian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Chairman Supply Chain Indonesia Setijadi mengharapkan merger PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, III, dan IV (Persero) ke dalam PT Pelindo II dapat berkontribusi kontribusi terhadap pengurangan kesenjangan perekonomian. Khususnya kesenjangan perekonomian antar wilayah.

“Pada 2020 misalnya, distribusi produk domestik bruto (PDB) masih didominasi wilayah Jawa sebesar 58,75 persen dan Sumatra sebesar 21,36 persen,” kata Setijadi, Ahad (3/9).

Setijadi mengharapkan merger Pelindo pada akhirnya juga akan berperan melalui pelabuhan-pelabuhannya di empat wilayah. Khususnya wilayah yang berkontribusi terhadap PDB masih rendah yaitu Kalimantan sebesar 7,94 persen persen, Sulawesi sebesar 6,66 persen, Bali-Nusa Tenggara sebesar 2,94 persen, dan Papua sebesar 2,35 persen.

Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan Undang-undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN. “Selain mengejar keuntungan, salah satu maksud dan tujuan pendirian BUMN lainnya adalah memberikan sumbangan bagi perkembangan perekonomian nasional pada umumnya,” jelas Setijadi.

Sebelumnya, keempat perusahaan BUMN yang bergerak di bidang jasa pelabuhanan itu pada Jumat (1/10) resmi melebur ke dalam PT Pelindo II yang menjadi surviving entity. Merger Pelindo resmi setelah Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2021.

Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan merger Pelindo menjadi langkah penting dalam rangka meningkatkan value creation bagi BUMN pelabuhan. Kartika menyebut, merger Pelindo mengemban tujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kepelabuhanan nasional.

Kartika mengharapkan manfaat dari merger pelindo dapat segera terealisasi. Kartika menyebut, langkah Pelindo selanjutnya yakni harus fokus mengefektifkan keempat subholding dan mengoperasikannya secara optimal.

Setelah terintegrasi, Pelindo akan membentuk empat klaster bisnis atau subholding untuk anak perusahaan yang dimiliki oleh Pelindo I-IV. Subholding dibentuk berdasarkan kategori bisnis yaitu pertama yakni peti kemas, kedua yakni non-peti kemas, ketiga yakni logistik dan hinterland development, dan keempat yakni marine, equipment, and port services.

Kartika mengharapkan dengan terwujudnya merger Pelindo yang sudah direncanakan sejak lama dapat memberikan optimisme kepada masyarakat Indonesia. "Kepelabuhanan nasional akan terus tumbuh dan pada akhirnya dapat bersaing dengan pemain besar pelabuhan dunia," data Kartika dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (1/9).

Kementerian BUMN juga merombak susunan jajaran komisaris dan direksi Pelindo II. Hal tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-335/MBU/10/2021 Perihal Pemberhentian Dan Pengangkatan Anggota-Anggota Dewan Komisaris Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia II dan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-334/MBU/10/2021 Perihal Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan, Dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia II.

Komisaris Independen (Plt Komisaris Utama) PT Pelindo II yakni Marsetio. Komisaris independen yaitu Irma Suryani Chaniago dan Heru Sukanto. Sementara untuk komisaris yaitu Antonius Ranier Haryanto, Agus H Purnomo, Didi Sumedi, dan Sudung Situmorang.

Sementara Direktur Utama Pelindo II masih dijabat Arif Suhartono, wakil direktur utama yaitu Hambra, direktur keuangan dan manajemen risiko yaitu Mega Satria, direktur sumber daya manusia dan umum yaitu Ihsanuddin Usman, direktur strategi yaitu Prasetyo, direktur investasi yaitu Boy Robyanto, dan direktur pengelola yaitu Putut Sri Muljanto.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement