Senin 04 Oct 2021 00:22 WIB

Waskita Lunasi Utang Jatuh Tempo Tahun 2021 Rp 1,7 Triliun

Waskita Karya membukukan laba bersih Rp 155,06 miliar pada semester I 2021.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolandha
PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah berhasil melakukan pelunasan pokok dan bunga atas dua obligasi yang jatuh tempo pada 28 September 2021.
Foto: Waskita Karya
PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah berhasil melakukan pelunasan pokok dan bunga atas dua obligasi yang jatuh tempo pada 28 September 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah berhasil melakukan pelunasan pokok dan bunga atas dua obligasi yang jatuh tempo pada 28 September 2021. Kedua surat utang itu adalah Obligasi Berkelanjutan II Tahap II 2016 dengan pokok Rp 900 miliar dan bunga Rp 19,12 miliar, serta Obligasi Berkelanjutan III Tahap III 2018 seri A dengan pokok Rp 761 miliar dan bunga Rp 22,96 miliar. 

"Pembayaran obligasi ini merupakan salah satu bentuk komitmen Perseroan dalam melaksanakan kewajibannya kepada investor obligasi," kata Direktur Utama Perseroan, Destiawan Soewardjono, dalam keterangannya seperti dikutip Ahad (3/10).

Destiawan menjelaskan, sumber dana atas pelunasan obligasi tersebut berasal dari penerbitan baru Obligasi III Waskita Karya Tahun 2021 yang ditujukan untuk proses refinancing dan tambahan modal kerja Perseroan. Penerbitan atas obligasi baru tersebut juga mendapatkan penjaminan penuh dari pemerintah. Perseroan berhasil menerima dana sejumlah Rp 1,77 triliun melalui penerbitan obligasi baru tersebut. 

Destiawan mengatakan pelunasan obligasi ini juga merupakan bagian dari strategi 8 Stream Penyehatan Keuangan Waskita dalam hal restrukturisasi. Ke depan, menurut Destiawan, Perseroan akan terus fokus menjalankan strategi tersebut dalam rangka menjamin going concern Perseroan. 

Dampak positif dari implementasi 8 Stream Penyehatan Keuangan Waskita ini juga mulai tercermin pada kinerja konsolidasian Perseroan pada semester pertama tahun 2021. Berdasarkan laporan keuangan audited per 30 Juni 2021, Perseroan mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp 291,99 miliar pada kuartal kedua tahun ini atau meningkat signifikan dibandingkan kuartal pertama tahun ini dengan kerugian bersih sebesar Rp 136,93 miliar. 

Secara total Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 155,06 miliar untuk periode semester pertama tahun 2021. Perolehan laba bersih ini tumbuh hingga 111,73 persen yoy dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Perseroan akan senantiasa menjaga komitmennya untuk menyelesaikan kewajiban-kewajibannya kepada para investor dan kreditur. Selanjutnya, Perseroan berencana akan menerbitan obligasi dengan penjaminan pemerintah pada tahun 2022 dengan tujuan refinancing dan tambahan modal kerja Perseroan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement