Ahad 03 Oct 2021 12:46 WIB

Wamentan Pastikan Kebutuhan Jagung Tahun Ini Melimpah

Gudang-gudang stok yang ada sudah menampung stok jagung hasil panen raya di Indonesia

 Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi memastikan, bahwa ketersediaan jagung pakan ternak pada tahun ini dalam kondisi aman dan terkendali.
Foto: Kementan
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi memastikan, bahwa ketersediaan jagung pakan ternak pada tahun ini dalam kondisi aman dan terkendali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi memastikan, bahwa ketersediaan jagung pakan ternak pada tahun ini dalam kondisi aman dan terkendali. Dimana gudang-gudang stok yang ada sudah menampung stok jagung hasil panen raya di seluruh Indonesia.

"Pada dasarnya keadaan iklim tahun ini sangat bersahabat, sehingga kondisi produksinya sangat baik. Khusus jagung, Kementan sudah melakukan penguatan dengan menyediakan benih yang cukup, pupuk yang cukup dan tata kelola usaha yang baik agar produksinya tetap berjalan," kata Wamen, Jumat (1/10) lalu.

Baca Juga

Wamen mengatakan, panen jagung yang berlangsung saat ini terjadi hampir di semua daerah sentra. Terutama di pulau Jawa seperti Garut, Tangerang, Grobogan, Lampung, Gorontalo dan Kabupaten lain di wilayah Jawa Timur dan Pulau Sulawesi.

"Catatan kami sampai Senin di Minggu keempat September 2021 ada sekitat 2,75 juta toh jagung pakan ternak yang tersebar di gudang GMP, pedagang besar dan masyarakat," katanya.

Ke depan, kata Wamen, pemerintah melalui Kementan memfokuskan kinerjanya pada jalur distribusi dan melakukan pengiriman pada wilayah-wilayah yang mengalami defisit. Sedangkan wilayah surplus akan tetap dipertahankan untuk kebutuhan stok.

"Distribusi tentu menjadi bagian penting untuk menjaga konsistensi harga yang saling menguntungkan bagi petani dan peternak. Oleh karena itu pengaturan ini tidak dapat ditangani sendiri yang sangat konsentrasi untuk menjaga produksi sektor ini membutuhkan tangan pihak lain baik kementerian, pemerintah daerah provinsi dan kabupaten hingga peran swasta nasional," katanya.

photo
Petani mengupas jagung di area persawahan Desa Tuko, Pulokulon, Grobogan, Jawa Tengah. - (ANTARA/Yusuf Nugroho)

Sesuai perintah Presiden, Wamen juga akan meminta jajaranya untuk bekerja lebih keras lagi dalam mendorong industri hilirisasi. Langkah ini penting dilakukan agar petani memiliki nilai tambah dari sisi bisnis yang sangat menguntungkan.

"Kementan akan selesaikan hilirisasinga untuk meningkatkan nilai tambah bagi petani dan peternak," tutupnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement