Thursday, 15 Rabiul Awwal 1443 / 21 October 2021

Thursday, 15 Rabiul Awwal 1443 / 21 October 2021

Produk Digital Telkom Ini Awasi Lima Destinasi Wisata

Sabtu 02 Oct 2021 09:57 WIB

Rep: arie lukihardianti/ Red: Hiru Muhammad

Aplikasi digital karya anak bangsa TOMPS.id, terus dipercaya berbagai pihak dalam sistem monitoring proyek berbasis Geographic Information System (GIS).  Aplikasi besutan salah satu produk digital Telkom Indonesia tersebut dipercaya Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia dalam integrasi percepatan dan pengawasan proyek 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).

Aplikasi digital karya anak bangsa TOMPS.id, terus dipercaya berbagai pihak dalam sistem monitoring proyek berbasis Geographic Information System (GIS). Aplikasi besutan salah satu produk digital Telkom Indonesia tersebut dipercaya Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia dalam integrasi percepatan dan pengawasan proyek 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).

Foto: istimewa
Nantinya aplikasi ini dipakai anggota Dewan Pengarah Badan Otorita Pariwisata dan KEK

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG---Aplikasi digital karya anak bangsa TOMPS.id, terus dipercaya berbagai pihak dalam sistem monitoring proyek berbasis Geographic Information System (GIS).  Aplikasi besutan salah satu produk digital Telkom Indonesia tersebut dipercaya Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia dalam integrasi percepatan dan pengawasan proyek 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). 

Menurut CEO TOMPS, Arif Fajaruddin,  kelima kawasan pariwisata yang masuk proyek ini yaitu Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo Flores, Mandalika serta Likupang. 

Arif mengatakan, aplikasi tersebut memuat informasi pembangunan seperti total serapan anggaran, kategori proyek, realisasi fisik, kendala, hingga status proyek terkini di lapangan yang disertai bukti secara real-time. 

"Nantinya aplikasi Tomps ini digunakan seluruh anggota Dewan Pengarah Badan Otorita Pariwisata dan Kawasan Ekonomi Khusus. Tujuan utamanya untuk mendukung kemudahan monitoring kemajuan pekerjaan infrastruktur dalam proyek ini dalam sistem GIS yang terintegrasi," ujar Arif dalam siaran persnya, Sabtu (2/10). 

Menurut Arif, hal tersebut bisa dilakukan berkat pengembangan pada sistem unggulan TOMPS yakni Project Delivery Monitoring, Controlling, dan Project Geographical Area. 

Ke depannya, kata dia, TOMPS siap mensupport sistem monitoring ini yang dapat diimplementasikan di seluruh kementerian dan instansi pemerintahan lainnya guna membawa banyak manfaat dalam pengelolaan berbagai proyek negara. 

TOMPS sendiri adalah project management tools berbasis mobile dan web yang mengedepankan kemudahan dalam mengelola proyek. Caranya, melalui supervisi online yang dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja secara real-time dan transparan. 

Berdiri pada 2017 lalu, kini TOMPS berhasil dipercaya oleh berbagai pengembang untuk mengelola dan menyukseskan proyek mereka. Di antaranya adalah PT Telekomunikasi Indonesia, PT Metra-Net, PT Technology Karya Mandiri, PT Mitra Cipta Sarana, PT Pekalongan Suka Mandiri, PT Mitra Cipta Sarana, PT Hikmah Alam Sentosa, dan masih banyak lagi.

Sementara menurut Team leader Maintenance Corective PT Telkom Akses Tarakan, Rendi Muharmoko, pihaknya dulu memantau proyek secara manual. Harus membuka GDocs dan Excel serta ditulis satu-satu, misalkan hari ini kerjanya sampai mana dicatet manual di Excel. 

"Karena menggunakan TOMPS, waktunya lebih cepetlah, gak lagi kita satu-satu. Tinggal download, monitoring, upload mana saja yang sudah dikerjakan dan terbaca semua di dashboard itu. Jadi cepatlah waktunya," katanya. 

Josmen Simamora, Direktur PT Bistel, mengatakan, TOMPS.id sangat menghemat waktu dalam pembaruan proyek, mudah digunakan, fleksibel, serta tidak bertele-tele. 

Menurut Nirma R.A, SM Survey Drawing Inventory Telkom Akses Sidoarjo, mengatakan, menu TOMPS.id yang sering dipakainya adalah project tracking guna menelusuri perkembangan proyek mana saja. 

Sebagai sebuah start-up, inovasi adalah harga mati bagi TOMPS, yang selalu melakukan validasi untuk mendapatkan prototipe terbaik sesuai kebutuhan. Selalu mengembangkan sisi fungsionalitas dan visualisasi yang agile, TOMPS berupaya mewujudkan misi utamanya yakni "Kami menginginkan manajemen proyek dapat dilakukan semua orang," katanya. 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA