Monday, 5 Zulhijjah 1443 / 04 July 2022

RS Covid-19 di Rumania Kebakaran, 9 Orang Meninggal

Jumat 01 Oct 2021 18:45 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Teguh Firmansyah

Kebakaran/ilustrasi

Kebakaran/ilustrasi

Foto: pixabay
Sejumlah pasien melompat dari jendela untuk menyelamatkan diri.

REPUBLIKA.CO.ID, BUKARES -- Sedikitnya sembilan orang dilaporkan tewas akibat kebakaran melanda rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 di Rumania, Jumat (1/10) waktu setempat. Petugas pemadam kebakaran memadamkan api sekitar pukul 07.55 waktu setempat di rumah sakit kota timur Constanta.

Rekaman video yang beredar luas memperlihatkan pasien melompat keluar dari jendela menyelamatkan diri. Petugas pemadam kebakaran juga berupaya menyelamatkan para pasien tersebut dari kebakaran.

Baca Juga

Menteri Kesehatan Sementara Rumania, Cseke Attila mengatakan 113 pasien berada di rumah sakit pada saat kebakaran, termasuk 10 pasien di unit perawatan intensif. Tim tanggap darurat telah memasang unit triase bergerak tak jauh dari rumah sakit. Hingga kini 50 pasien telah dievakuasi dan dipindahkan ke rumah sakit lain.

Secara keseluruhan pasien yang dirawat di rumah sakit di seluruh Rumania ada lebih dari 12.100 pasien Covid-19, termasuk 315 anak-anak dan 1.364 di unit perawatan intensif. Sementara hingga Kamis (30/9) pemerintah mencatat rekor baru tertinggi angka kasus Covid-19 mencapai 12.032. Unit perawatan intensif di seluruh negeri kehabisan ruang. Rumania memiliki tingkat vaksinasi terendah kedua di 27 negara Uni Eropa.

Pada Februari, kebakaran menewaskan empat pasien di rumah sakit Covid-19 di ibu kota Bukares. November lalu 10 orang meninggal di unit perawatan intensif di rumah sakit daerah Piatra Neamt.

Bahkan sebelum pandemi, sistem perawatan kesehatan Rumania berada di bawah tekanan yang dipicu oleh korupsi, inefisiensi, dan manajemen yang dipolitisasi. Negara ini memiliki salah satu infrastruktur perawatan kesehatan yang paling tidak berkembang di Uni Eropa.

Negara bagian telah membangun satu rumah sakit dalam tiga dekade terakhir. Pembangunan itu menghabiskan paling sedikit untuk perawatan kesehatan di UE dan puluhan ribu dokter dan perawat telah beremigrasi.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA