Sunday, 27 Zulqaidah 1443 / 26 June 2022

Turki akan Segera Ratifikasi Perjanjian Iklim Paris

Jumat 01 Oct 2021 11:45 WIB

Red: Christiyaningsih

Kesepakatan Paris tentang mitigasi perubahan iklim jadi agenda dalam parlemen Turki.

Kesepakatan Paris tentang mitigasi perubahan iklim jadi agenda dalam parlemen Turki.

Kesepakatan Paris tentang mitigasi perubahan iklim jadi agenda dalam parlemen Turki

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN - Menteri Lingkungan dan Urbanisasi Turki Murat Kurum pada Kamis mengatakan Perjanjian Paris tentang mitigasi perubahan iklim telah menjadi agenda parlemen dan akan segera mengakui kesepakatan itu setelah diratifikasi.

Pernyataan dari Kurum datang selama pertemuan pra-COP26 yang diadakan di kota Milan Italia.

Baca Juga

Dia mengatakan bahwa negaranya akan segera menjadi bagian dari kesepakatan tersebut untuk berkontribusi pada upaya melawan perubahan iklim, dan Turki telah menetapkan target "emisi nol".

Kurum mengatakan pemerintah Turki telah memprioritaskan untuk berinvestasi lebih banyak di masa depan dalam pembangunan hijau dan berkelanjutan, serta energi terbarukan.

Menteri Turki melanjutkan dengan mencatat bahwa laporan Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) menunjukkan bahwa efek negatif dari perubahan iklim bergerak menuju tingkat yang tidak dapat diubah dan mereka akan terus dirasakan dengan cara yang lebih kuat, lebih cepat, dan lebih intensif di masa depan.

“Harapan kami dari COP26 adalah semua negara mengambil tanggung jawab yang adil dalam memerangi perubahan iklim,” kata Kurum.

Dia menambahkan tidak ada negara yang tertinggal dan teknologi harus dibagikan terutama dengan negara berkembang.

Menteri Turki berpendapat bahwa masalah itu semakin memberatkan karena negara maju terus mengirimkan industri penghasil emisi ke negara berkembang yang berarti negara berkembang tidak akan bisa mencapai tujuan nol emisi.

Kurum juga bercakap dengan utusan khusus presiden AS untuk iklim John Kerry dan Direktur Eksekutif Program Pemukiman Manusia PBB (UN-Habitat) Maimunah Mohd Sharif.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA