Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

NU dan Komitmen Keislaman di Dunia Islam

Jumat 01 Oct 2021 05:41 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Erik Purnama Putra

Habib Luthfi bin Yahya.

Habib Luthfi bin Yahya.

Foto: Istimewa
Habib Luthfi bin Yahya dianggap sangat tepat berada dalam posisi Rais Am PBNU.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nahdlatul Ulama (NU) disebut sebagai organisasi masyarakat Islam yang mendapat apresiasi dari negara luar. NU juga diakui sebagai ormas Islam yang mampu menawarkan pandangan keislaman yang moderat dan toleran, yang dibutuhkan oleh masyarakat dunia saat ini.

"Hal ini tentu tidak lepas dari dua sosok penting dalam NU, yaitu KH Dr Sail Aqil Siradj dan Habib Lutfi bin Yahya. Keduanya adalah tokoh Muslim berpengaruh di dunia. Keduanya sudah menjadi tokoh Muslim berpengaruh secara internasional," ujar tokoh NU Jakarta, Taufik Damas yang alumnus Universitas Al-Azhar Mesir di Jakarta, Kamis (30/9).

Taufik merujuk lembaga riset independen di Yordania, The Royal Islamic Strategic Studies Centre (MABDA), yang mengeluarkan hasil riset tentang tokoh Muslim berpengaruh di dunia Islam berjudul The Muslims 500; The Worlds 500 Most Influential Muslims 2021. Di situ, ada tiga tokoh Muslim Indonesia yang masuk dalam jajaran Top 50 dari 500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia.

Adalah Presiden Joko Widodo (Jokowi), KH Said Aqil Siradj, dan Habib Luthfi bin Yahya, yang masuk dalam daftar. Jokowi berada di urutan ke-12, Said Aqil Siradj di posisi ke-18, dan Habib Lutfi bin Yahya menempati peringkat ke-38.

Dalam waktu dekat, tepatnya pada 23-25 Desember 2021, Muktamar NU rencananya digelar. Menurut Taufik, Habib Luthfi bin Yahya dan Said Aqil Siradj tentu sangat layak menjadi pilihan pemimpin di tubuh NU, sebagai tindak lanjut dari gerakan internasional kaum muslimin Indonesia.

Dia menyebut, saat ini, Habib Luthfi bin Yahya menjabat sebagai Ra'is 'Amm dari Jam'iyyah Ahli Thariqah Al-Mu'tabarah Al-Nahdliyah (Ketua Perhimpunan Ordo Sufi yang Diakui), Ketua MUI Jawa Tengah, dan pemimpin spiritual Tariqah Ba'alawi di Indonesia.

"Maka, tidak salah jika Habib Luthfi bin Yahya dianggap sangat tepat berada dalam posisi Rais Am PBNU dan KH Dr Said Aqil Siradj duduk sebagai Ketua Umum PBNU. Duet ini pasti akan mampu membawa NU menjadi ormas Islam yang berwibawa di dunia, dan mengakar di tengah masyarakat Indonesia," ucap Taufik.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA