Saturday, 19 Jumadil Akhir 1443 / 22 January 2022

Saturday, 19 Jumadil Akhir 1443 / 22 January 2022

Kebun Binatang Surabaya Siap Uji Coba Pembukaaan

Kamis 30 Sep 2021 20:31 WIB

Red: Indira Rezkisari

Warga memberi makan jerapah di Kebun Binatang Surabaya, Jawa Timur. Saat ini Kebun Binatang Surabaya sedang proses uji coba untuk dibuka kembali.

Warga memberi makan jerapah di Kebun Binatang Surabaya, Jawa Timur. Saat ini Kebun Binatang Surabaya sedang proses uji coba untuk dibuka kembali.

Foto: Antara/Didik Suhartono
Jika uji coba lancar Kebun Binatang Surabaya bisa dibuka pekan depan.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pengelola Kebun Binatang Surabaya siap melakukan uji coba pembukaan menyusul adanya Surat Edaran (SE) Kemenparekraf Nomor SE/19/IL.04.00/DII/2021 Tentang Uji Coba Pembukaan Usaha Pariwisata Taman Rekreasi di Daerah. Berdasarkan surat edaran wisata di daerah Level 3 Jawa Bali boleh diuji coba untuk dibuka.

"Kami masih melakukan koordinasi karena baru kemarin menerima kabar kalau beberapa taman rekreasi sudah boleh dibuka," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau vaksinasi di Lapangan THOR, Kamis (30/9). Surat edaran itu memuat daftar taman rekreasi yang dilakukan uji coba penerapan prokes tahap I dan II di wilayah Jawa Timur.

Baca Juga

Dari sembilan taman rekreasi yang akan diuji coba pembukaannya di Jatim, dua taman rekreasi berada di Surabaya, yaitu Kebun Binatang Surabaya (KBS) dan Surabaya North Quay (SNQ). Menurut Eri, pembukaan uji coba itu akan dilakukan secepatnya.

Pemkot Surabaya masih mempelajari terlebih dahulu SE tersebut bersama dengan pelaku usaha taman rekreasi yang dipilih. Sehingga, saat uji coba nantinya dapat berjalan sesuai dengan prokes yang berlaku.

"Masih kami rapatkan. Tapi, yang penting saat buka nanti tetap aman. Semoga minggu depan sudah bisa buka kembali," katanya.

Pada masa uji coba itu, pelaku usaha pariwisata taman rekreasi wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi. "Prokesnya nanti tentu yang pertama, tidak ada bentuk pembayaran secara tunai, semuanya harus nontunai. Kedua, jumlah pengunjung dibatasi hanya 25 persen dari kapasitas. Ketiga, harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi," katanya.

Lanjut dia, berdasarkan SE tersebut, pelaku usaha pariwisata taman rekreasi wajib untuk mendaftarkan QR Code aplikasi PeduliLindungi melalui Asosiasi Taman Rekreasi, dan disampaikan kepada Kemenparekraf, untuk selanjutnya diproses ke Kemenkes. "Insya Allah nanti kami akan kontrol itu semua, kami akan rapatkan. Kalau sudah buka pertama akan saya kabari," ujar Eri.

Pada SE itu juga disebutkan, anak berusia di bawah 12 tahun dilarang memasuki taman rekreasi yang dilakukan uji coba. Kemudian, pengunjung yang memasuki taman rekreasi harus sudah divaksin Covid-19 (minimal vaksin dosis pertama). Selain itu, para pengunjung juga wajib memiliki sertifikat vaksin yang tertera dalam akun PeduliLindungi dan dalam kondisi sehat (suhu badan normal), serta mematuhi protokol kesehatan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA