Saturday, 3 Zulhijjah 1443 / 02 July 2022

...

Chelsea Terkapar dengan Dua Pendekatan Berbeda

Jumat 01 Oct 2021 02:06 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Endro Yuwanto

Pelatih Chelsea Thomas Tuchel bereaksi pada pertandingan sepak bola Grup H Liga Champions antara Juventus vs Chelsea di Stadion Allianz di Turin, Italia, Kamis (30/9) dini hari WIB.

Pelatih Chelsea Thomas Tuchel bereaksi pada pertandingan sepak bola Grup H Liga Champions antara Juventus vs Chelsea di Stadion Allianz di Turin, Italia, Kamis (30/9) dini hari WIB.

Foto: EPA-EFE/ALESSANDRO DI MARCO
Chelsea kesulitan untuk bisa menemukan ritme dan intensitas permainan yang tepat.

REPUBLIKA.CO.ID, TURIN -- Setelah begitu dominan dengan torehan tujuh kemenangan dan satu hasil imbang di delapan laga awal pada musim ini, Chelsea langsung menelan kekalahan beruntun di dua laga terakhir. Kekalahan, 0-1, dari Juventus di laga kedua penyisihan Grup H Liga Champions, Kamis (30/9) dini hari WIB, melengkapi keterpurukan the Blues usai dibungkam Manchester City, 0-1, akhir pekan lalu.

Uniknya, kampiun Liga Champions musim lalu itu takluk dengan dua pendekatan permainan yang bertolak belakang. Di laga kontra Manchester City, the Blues kewalahan menghadapi pressing ketat the Citizens.

Pelatih Man City, Pep Guardiola, menginstruksikan anak-anak asuhnya untuk tampil ofensif dan terus menekan pertahanan the Blues di laga tersebut. Taktik ini terbukti jitu.

Chelsea tidak bisa berkutik dan tidak mampu mengembangkan permainan. Klub asal London Barat itu bahkan tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat mengarah ke gawang di sepanjang laga yang digelar di Stadion Stamford Bridge tersebut.

Ujungnya, Chelsea menelan kekalahan perdana di pentas Liga Primer Inggris musim ini. Taktik dan strategi tidak kalah ampuh diterapkan pelatih Juventus, Massimiliano Allegri.

I Bianconeri, di bawah kendali Allegri, memang dikenal cenderung pasif dan bertumpu pada pertahanan yang solid seraya mengandalkan serangan balik cepat untuk berburu kemenangan. Kualitas ini pula yang terlihat saat Juventus menjamu the Blues di Stadion Allianz, Turin.

Dikejutkan dengan gol Federico Chiesa pada menit pertama babak kedua, Chelsea gagal membalas di sisa laga. Gelombang demi gelombang serangan the Blues berhasil dimentahkan lini belakang I Bianconeri, yang dikawal duet Leonardo Bonucci dan Matthjis de Ligt. Dua pemain itu memang tampil impresif di sepanjang laga.

Romelu Lukaku, yang dianggap sebagai ancaman terbesar dari kubu the Blues, terbukti gagal menunjukkan ketajamannya. Dalam sebuah wawancara dengan the Athletic, Bonucci sempat mengungkapkan cara untuk meredam ketajaman Lukaku tersebut.

''Sulit untuk berhadapan dengannya satu lawan satu di kotak penalti. Jadi, Anda harus bisa selangkah lebih maju. Anda harus bisa membaca arah permainan dengan jeli,'' ujar Bonucci. Hal inilah yang dilakukan Bonucci di laga itu.

Satu-satunya kesempatan yang didapat Lukaku adalah sepakan dari dalam kotak penalti pada pertengahan babak kedua. Namun, sepakan itu masih melebar dari sisi gawang Juventus.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA