Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

Mengapa Belajar Ilmu Tauhid Sangat Penting untuk Muslim?

Kamis 30 Sep 2021 19:56 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Nashih Nashrullah

Ilmu tauhid membantu menguatkan keikhlasan dalam beribadah. Ilustrasi dzikir tauhid

Ilmu tauhid membantu menguatkan keikhlasan dalam beribadah. Ilustrasi dzikir tauhid

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Ilmu tauhid membantu menguatkan keikhlasan dalam beribadah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ada banyak manfaat yang diperoleh dari belajar ilmu tauhid. Dengan mempelajari ilmu tauhid, manusia akan diarahkan menjadi pribadi yang melakukan perbuatan-perbuatan ikhlas.  

Abuddin Nata dalam buku Akhlak Tasawuf mengutip surat Al Bayyinah ayat 5.  Allah berfirman: 

Baca Juga

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

“Wa maa umiruu illa liya’buduullaha mukhlishina lahu addina hunafaa-a wa yuqimuu as-shalaata wa yu’tu az-zakaata wa dzalika dinul-qayyimah.” 

Yang artinya, “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.” 

Dilihat dari fungsinya, ilmu tauhid mengehendaki agar seseorang yang bertauhid tidak hanya cukup dengan menghafal rukun iman yang enam dengan dalil-dalilnya saja. 

Tetapi yang terpenting adalah agar orang yang bertauhid itu meniru dan mencontoh terhadap subjek yang ada dalam rukun iman tersebut.

Jika seorang Muslim percaya bahwa Allah SWT memiliki sifat-sifat yang mulia, maka sebaiknya manusia yang bertauhid meniru dan mengikuti sifat-sifat tersebut. 

Allah SWT misalnya bersifat Ar Rahman dan Ar Rahim (Mahapengasih dan Mahapenyayang), maka sebaiknya manusia meniru sifat tersebut dengan mengembangkan sikap kasih sayang di muka bumi.

Demikian juga jika Allah SWT bersifat Asmaul Husna yang jumlahnya ada 99, maka Asmaul Husna itu harus dipraktekkan dalam kehidupan. Dengan cara demikian, beriman kepada Allah SWT akan memberi pengaruh terhadap pembentukan akhlak yang mulia.

Demikian juga apabila seorang Muslim beriman kepada malaikat, maka yang dimaksudkan antara lain adalah agar manusia meniru sifat-sifat yang terdapat pada malaikat. Seperti sifat jujur, amanah, tidak pernah durhaka, dan selalu patuh melaksanakan apa yang diperintahkan Allah SWT.

Percaya kepada malaikat juga dimaksudkan agar manusia merasa diperhatikan dan diawasi oleh para malaikat, sehingga dia tidak berani melanggar larangan Allah SWT.  

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA