Monday, 22 Syawwal 1443 / 23 May 2022

Para Petinggi Barcelona Bahas Masa Depan Ronald Koeman

Kamis 30 Sep 2021 18:26 WIB

Rep: Rahmat Fajar / Red: Israr Itah

Pelatih kepala FC Barcelona Ronald Koeman.

Pelatih kepala FC Barcelona Ronald Koeman.

Foto: EPA-EFE/MANUEL DE ALMEIDA
Direksi Barcelona kemungkinan memecat Ronald Koeman.

REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA -- Para petinggi Barcelona dilaporkan menggelar pertemuan yang berlangsung hingga Kamis (30/9) dini hari waktu Barcelona setelah kekalahan Blaugrana 0-3 dari Benfica pada matchday kedua grup Liga Champions. Ini kekalahan tragis kedua setelah di laga pembuka kalah dari Bayern Muenchen dengan skor yang sama.

Blaugrana kini duduk di posisi terbawah grup E tanpa kemenangan. Performa buruk tim di La Liga turut menjadi sorotan. Menurut Sport, dilansir dari Express, Kamis (30/9), dewan klub membahas masa depan pelatih Ronald Koeman.

Baca Juga

Tokoh-tokoh kunci hadari dalam pertemuan tersebut termasuk Presiden Joan Laporta. Tampaknya Koeman akan segera dipecat.

Laporan mengeklaim rencana awal klub adalah menunggu sampai final UEFA Nations League selesai. Roberto Martinez diisukan akan ditunjuk sebagai pengganti Koeman. Namun sejumlah kandidat lain dilaporkan masuk bursa. Salah satunya Andrea Pirlo.

Rangkaian hasil buruk Barcelona di panggung besar membuat klub harus segera mengeluarkan keputusan jika tak ingin malu. 

Nama Xavi Hernandez disebut-sebut akan menjadi pelatih Barcelona. Laporta tak perlu menunggu hingga pertandingan internasional pada Oktober.

Namun tampak ada keengganan membawa pulang Xavi saat ini. Sebab Barcelona tengah berada dalam pengawasan soal keuangan.

Andrea Pirlo masuk rumor. Ia baru saja dipecat Juventus setelah debutnya sebagai pelatih mengecewakan. Namun akan diragukan Pirlo bisa mengangkat performa Barcelona mengingat dia bukan pelatih berpengalaman. 

Satu langkah kaki Koeman sepertinya sudah ada di pintu keluar Cam Nou. Boleh jadi ia akan segera dipecat dengan Martinez berpotensi besar sebagai penggantinya. 

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA