Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Program Makmur Ciptakan Ekosistem Bisnis Pertanian

Kamis 30 Sep 2021 15:16 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Fuji Pratiwi

Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman (kiri), Menteri BUMN Erick Thohir (kedua dari kiri), Direktur Utama BRI Sunarso (kedua dari kanan), Kak Menteri BUMN Sharon (kanan) dalam acara nota kesepahaman sinergi dalam pemberdayaan pertanian melalui program Makmur antara PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (30/9).

Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman (kiri), Menteri BUMN Erick Thohir (kedua dari kiri), Direktur Utama BRI Sunarso (kedua dari kanan), Kak Menteri BUMN Sharon (kanan) dalam acara nota kesepahaman sinergi dalam pemberdayaan pertanian melalui program Makmur antara PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (30/9).

Foto: Republika/Muhammad Nursyamsi
Program ini mengoptimalkan kemampuan petani dalam pertanian berkelanjutan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memperkuat kerja sama dengan PT Pupuk Indonesia (Persero) dalam rangka membangun sinergi bisnis untuk mendukung pertanian nasional. 

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan satu langkah nyata BRI dan Pupuk Indonesia untuk memakmurkan petani. Caranya, dengan memberdayakan dan mengoptimalkan kemampuan petani dalam budidaya pertanian yang berkelanjutan serta melibatkan rantai pasok dan didukung teknologi dengan berbasis triple bottom-line 3P, yakni People, Planet, Profit.

Sunarso mengungkapkan, BRI dan Pupuk Indonesia akan menciptakan ekosistem bisnis yang melibatkan berbagai pihak, seperti pemerintah, offtaker, layanan lembaga keuangan, dan penyediaan pupuk untuk meningkatkan keuntungan para petani dari komoditas yang dihasilkan. Sinergi ini akan memberikan akses dukungan permodalan yang cukup bagi para petani agar dapat mengelola lahan mereka secara produktif dan bernilai tinggi.

"Kesepahaman ini akan membawa dampak nyata bagi petani Indonesia. Kami akan mengikat kerja sama ini melalui perjanjian kerja sama yang lebih kuat agar sokongan terhadap para petani dapat dilakukan secara holistik," ucap Sunarso.

Senada dengan Sunarso, Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman mengungkapkan, program ini adalah sebuah pendampingan dan pengawalan intensif kepada petani dan budidaya pertanian. Dimana petani mendapatkan kemudahan terhadap akses permodalan, agro input seperti pupuk, benih dan pestisida, kawalan teknologi budidaya, hingga jaminan offtaker dan asuransi bila terjadi gagal panen.

"Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani," ucap Bakir.

Melalui program Makmur ini, kata Bakir, petani akan mendapatkan berbagai program pengembangan kompetensi, seperti pelatihan budidaya pertanian, dan penyediaan produk pertanian pupuk dan nonpupuk komersil yang diproduksi Pupuk Indonesia. Nota kesepahaman antara BRI dan Pupuk Indonesia ini nantinya akan diatur dalam perjanjian kerja sama atau PKS yang akan semakin memperkuat kedua perseroan untuk membangun sinergi bisnis yang kian menguntungkan bagi para petani.

 

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA