Rabu 29 Sep 2021 06:40 WIB

Netflix Tegaskan tak Ingin Beli Jaringan Bioskop

Dua bioskop yang dibeli Netflix hanya untuk mengadakan pemutaran perdana film.

Rep: Farah Noersativa/ Red: Qommarria Rostanti
Netflix
Foto: digitaltveurope.net
Netflix

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Co Chief Executive dari Netflix Inc, Ted Sarandos, menyatakan, Netflix Inc tidak ingin membeli jaringan bioskop. Pernyataan itu sebagai penolakan spekulasi yang berputar setelah layanan streaming terbesar di dunia membeli dua bioskop.

Perusahaan itu memiliki satu bioskop di New York yang dibeli pada 2019. Sementara satu bioskop lagi berada di Los Angeles yang dibeli pada 2020. Netflix menggunakan bioskop tersebut untuk mengadakan pemutaran perdana film dan untuk menampilkan beberapa film orisinalnya.

Ditanya pada Konferensi Kode Vox Media, pada Senin(27/9), apakah Netflix selanjutnya akan membeli jaringan teater, Sarandos dengan tegas mengatakan "tidak."

Dia juga mengatakan dia mengharapkan bioskop untuk bertahan dari kebangkitan streaming di rumah. Tapi, menurut dia, penonton akan melakukan lebih sedikit perjalanan ke bioskop lokal mereka ketika mereka dapat menonton begitu banyak program di rumah.

"Saya kira (bioskop) akan lebih jarang, mungkin lebih mahal. Menggunakannya sebagai acara untuk keluar rumah, orang masih akan mencari itu,” kata dia, dilansir laman Rappler, Selasa (28/9). 

Sarandos juga mengatakan, serial horor Korea yang baru-baru ini dirilis, "Squid Game" sedang dalam perjalanan untuk menjadi judul non Inggris terbesar Netflix sejauh ini. Serial itu pun dapat berubah menjadi acara paling populer di seluruh dunia. 

"Kami tidak melihat itu datang, dalam hal popularitas globalnya," kata Sarandos.

Acara yang paling banyak ditonton saat ini, di Netflix, diukur dengan total penayangan jam, adalah drama romantis "Bridgerton". Sementara film yang populer hingga saat ini adalah film Bird Box yang dibintangi Sandra Bullock.

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement