Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

Disdagin Bandung Genjot Vaksinasi Covid-19 Bagi Pedagang

Selasa 28 Sep 2021 19:17 WIB

Rep: fauzi ridwan/ Red: Hiru Muhammad

Petugas keamanan memeriksa sertifikat vaksin Covid-19 pengunjung yang hendak memasuki Balubur Town Square (Baltos), Jalan Tamansari, Kota Bandung, Selasa (3/8). Sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Bandung mewajibkan pengunjung dan pedagang untuk menunjukkan sertfikat vaksinasi Covid-19 sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19 dan mendukung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Bandung. Foto: Republika/Abdan Syakura

Petugas keamanan memeriksa sertifikat vaksin Covid-19 pengunjung yang hendak memasuki Balubur Town Square (Baltos), Jalan Tamansari, Kota Bandung, Selasa (3/8). Sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Bandung mewajibkan pengunjung dan pedagang untuk menunjukkan sertfikat vaksinasi Covid-19 sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19 dan mendukung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Bandung. Foto: Republika/Abdan Syakura

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Para pedagang yang belum divaksin akan disuntik vaksin secara bertahap.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG- Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung terus menggenjot vaksinasi Covid-19 bagi para pedagang di pasar-pasar. Sekitar 50 persen pedagang di pasar Kota Bandung telah divaksin dari total jumlah pedagang yang mencapai kurang lebih 14 ribu orang.

"Kita Insya Allah akan fokus mulai hari ini vaksinasi kepada pedagang. Kalau vaksinasi ke karyawan di mal, ritel sudah selesai. Mulai hari ini fokus vaksinasi pedagang," ujar Kepala Disdagin Kota Bandung, Elly Wasliah, Selasa (28/9).

Ia menuturkan, para pedagang yang belum divaksin akan disuntik vaksin secara bertahap. Pihaknya sejauh ini telah mendapatkan bantuan alokasi dosis vaksin sebanyak 3.800 yang akan diberikan kepada pedagang bertahap.

Elly mengatakan dengan banyaknya para pedagang yang sudah divaksin maka penggunaan aplikasi Peduli Lindungi di tiap-tiap pasar dapat dilakukan. Sejauh ini penggunaan aplikasi tersebut baru diterapkan di Pasar Baltos.

Ia menuturkan, mayoritas pedagang di Pasar Baltos sudah divaksin sehingga jika aplikasi peduli lindungi digunakan maka bukan menjadi kendala. Selain itu, pintu masuk ke area pasar hanya satu titik sehingga memudahkan pengawasan.

Elly melanjutkan, Pasar Baltos dan Pasar Sederhana ditunjuk pemerintah untuk memakai aplikasi Peduli Lindungi namun yang baru terealisasi dan dalam tahap uji coba di Pasar Baltos. Di Pasar Sederhana relatif sulit untuk diterapkan.

"Kita akan konsultasi bagaimana pasar yang banyak jalur masuk. Implementasi di lapangan sulit," katanya. Ke depan diharapkan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi dapat digunakan di semua pasae secara bertahap.

Elly menambahkan, penggunaan aplikasi Peduli Lindungi sudah dilakukan di sektor-sektor usaha seperti mal, ritel dan lainnya. Dengan aplikasi itu maka dapat mendeteksi dini pengunjung yang diketahui terpapar Covid-19.

Vaksinasi Covid-19 dosis pertama mencapai 1.610.672 orang atau 82.50 persen. Dosis kedua 1.073.569 orang atau 54.99 persen. Total sasaran vaksinasi Covid-19 mencapai 1.952.358 orang.

Sebelumnya, Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna menargetkan pada akhir Desember vaksinasi dosis pertama sudah selesai termasuk dosis kedua. Pihaknya berharap pada bulan Februari dan Maret sudah terbentuk herd immunity.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA