Selasa 28 Sep 2021 12:58 WIB

Bahrain Dukung Upaya Cegah Iran Kembangkan Senjata Nuklir

Bahrain menyerukan zona bebas senjata pemusnah massal di kawasan Timur Tengah.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah
 Foto satelit dari Planet Labs Inc. menunjukkan fasilitas nuklir Natanz Iran pada hari Rabu, 14 April 2021.
Foto: ap/Planet Labs Inc.
Foto satelit dari Planet Labs Inc. menunjukkan fasilitas nuklir Natanz Iran pada hari Rabu, 14 April 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Menteri Luar Negeri Bahrain Dr. Abdullatif bin Rashid al-Zayani menyerukan zona bebas senjata pemusnah massal di kawasan Timur Tengah. Terkait hal itu, dia pun berharap ada upaya internasional mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.

“Kerajaan (Bahrain) menegaskan kembali dukungannya untuk upaya internasional yang bertujuan mencegah Iran memperoleh kemampuan mengembangkan senjata nuklir, menekankan perlunya Iran bekerja sama sepenuhnya dengan IAEA (Badan Energi Atom Internasional) guna memastikan pemeliharaan keamanan dan stabilitas regional serta internasional,” kata al-Zayani dalam pidatonya di Majelis Umum PBB pada Senin (27/9), dikutip laman Al Arabiya.

Baca Juga

Dia mengungkapkan, Timur Tengah terus berada dalam ketidakstabilan dan ketidakamanan. Penduduk di sejumlah negara menderita akibat perang, krisis, dan konflik. “Ini telah mengakibatkan hilangnya nyawa, perpindahan jutaan pengungsi dan orang-orang terlantar, hancurnya kota, desa dan infrastruktur, mengubah kehidupan orang-orang ini menjadi tragedi menyakitkan dari penderitaan sehari-hari, menghilangkan peluang untuk perdamaian, keamanan dan stabilitas,” ucapnya.

Al-Zayani menekankan, negaranya mendukung inisiatif Arab Saudi untuk menerapkan gencatan senjata di Yaman. Solusi politik perlu dicapai sesuai dengan inisiatif Teluk dan mekanisme eksekutifnya. “Negara saya mengutuk kelompok Houthi yang terus menargetkan warga sipil dan fasilitas sipil di Kerajaan Arab Saudi dengan secara sistematis dan sengaja meluncurkan rudal balistik serta drone bermuatan bahan peledak, yang jelas-jelas melanggar hukum humaniter internasional,” ujarnya.

Ia mengatakan, Bahrain selalu tertarik menjaga kohesi Cooperation Council for the Arab States of the Gulf. Sebab peranan dewan tersebut penting dalam menjaga keamanan dan stabilitas kawasan. “Oleh karena itu, Kerajaan (Bahrain) menekankan pentingnya komitmen yang termasuk dalam Deklarasi KTT Al-Ula, yang diadakan di Kerajaan Arab Saudi awal tahun ini, yang akan mempromosikan saling ketergantungan dan koordinasi bersama serta pencapaian kerja sama dan integrasi yang lebih besar di antara negara anggota,” kata al-Zayani.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement