Saturday, 17 Rabiul Awwal 1443 / 23 October 2021

Saturday, 17 Rabiul Awwal 1443 / 23 October 2021

Mitos tentang Penyakit Jantung, Jangan Dipercaya

Selasa 28 Sep 2021 12:23 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Qommarria Rostanti

Mitos tentang penyakit jantung (ilustrasi).

Mitos tentang penyakit jantung (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com.
Masih percaya bahwa penyakit jantung hanya menyerang orang di atas usia 50?

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kesehatan jantung merupakan hal penting, terutama pada era Covid-10. Pasalnya, ada tren peningkatan serangan jantung mendadak, bahkan orang berusia antara 40 sampai 50 terpengaruh olehnya. 

Gaya hidup yang salah, pola makan tidak sehat, perokok berat, atau riwayat jantung dapat berkontribusi terhadap meningkatnya masalah jantung pada orang muda. Pada Hari Jantung Sedunia 2021, dr TS Kler, Ketua Fortis Heart & Vascular Institute, Rumah Sakit Gurugram & Fortis Vasant Kunj, mematahkan beberapa mitos umum seputar penyakit jantung seperti dilansir di laman Hindustan time, Selasa (28/9):

1. Anak muda tidak perlu khawatir dengan penyakit jantung.

Anggapan yang menyebut penyakit jantung hanya menyerang orang yang berusia lebih dari 50 tahun sebaiknya jangan Anda percaya. Faktanya, penyakit jantung saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh usia. Mereka juga terjadi pada orang dewasa muda. 

Pada awal masa kanak-kanak dan remaja, plak dapat mulai menumpuk di arteri dan kemudian menyebabkan arteri tersumbat. Obesitas, Diabetes Mellitus Tipe-2 adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan penyakit jantung bahkan pada orang muda dan setengah baya.

2. Saya masih muda, bisa makan makanan cepat saji, tidak perlu latihan apa pun karena benar-benar fit.

Faktanya, makanan yang tidak sehat dan gaya hidup yang tidak aktif berbahaya bagi orang dewasa muda. Anak-anak muda harus tahu bahwa bagaimana mereka hidup sekarang pasti akan mempengaruhi risiko penyakit kardiovaskular pada kemudian hari.

3. Saya menderita diabetes tetapi terkontrol sehingga tidak memengaruhi jantung saya.

Faktanya, mengkonsumsi obat diabetes dan mengendalikannya dengan baik dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Tetapi terkena diabetes sekali berarti Anda selalu berisiko tinggi terkena penyakit jantung. 

Alasan sederhana di balik itu adalah faktor risiko yang berkontribusi terhadap diabetes juga membuat seseorang lebih mungkin terkena penyakit jantung. Beberapa faktor risiko umum termasuk tekanan darah tinggi, kelebihan berat badan dan obesitas, aktivitas fisik dan merokok.

4. Kolesterol tinggi tidak terjadi pada usia muda. Saya setidaknya harus setengah baya untuk memeriksakan kadar kolesterol saya.

Faktanya, sebaiknya periksakan kolesterol Anda setiap lima tahun sekali mulai dari usia 20 tahun. Sebaiknya Anda mulai melakukan tes kolesterol lebih awal jika keluarga Anda memiliki riwayat penyakit jantung. Anak-anak dalam keluarga ini dapat memiliki kadar kolesterol tinggi, menempatkan mereka pada peningkatan risiko penyakit jantung saat dewasa.

5. Saya tidak dapat melakukan apa pun untuk mencegah diri saya dari penyakit jantung karena penyakit ini menurun dalam keluarga saya dan kami memiliki riwayat keluarga yang panjang dengan penyakit jantung.

Faktanya, memang benar orang dengan riwayat keluarga penyakit jantung berisiko lebih tinggi terkena masalah jantung. Namun dengan tetap memilih gaya hidup sehat, mereka dapat secara signifikan mengurangi risiko ini dan mencegah diri mereka dari penyakit jantung seumur hidup. 

Gaya hidup aktif, mengontrol kolesterol, mengatur tekanan darah, gula darah terkontrol dengan baik, berhenti merokok, dan menjaga berat badan yang sehat adalah beberapa faktor yang dapat mencegah seseorang dari penyakit jantung bahkan jika ia memiliki riwayat keluarga yang luar biasa dari penyakit kardiovaskular.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA