Tuesday, 13 Rabiul Awwal 1443 / 19 October 2021

Tuesday, 13 Rabiul Awwal 1443 / 19 October 2021

Manfaat Kubis, Cegah Kanker Hingga Kurangi Peradangan

Selasa 28 Sep 2021 12:07 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Qommarria Rostanti

Kubis ilustrasi).

Kubis ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Selain bergizi, kubis juga mudah disiapkan dan harganya terjangkau.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kebanyakan sayuran memiliki rasa pahit sehingga hanya sebagian orang yang menyukainya. Salah satu sayuran yang mendapatkan reputasi buruk adalah kubis. 

Entah itu karena orang menganggapnya agak hambar atau karena tidak tahu cara menyiapkannya. Namun, kubis adalah sayuran yang sering disantap.

Kubis merupakan salah satu bahan utama dalam beberapa hidangan lezat seperti kimchi dan egg rolls berkat teksturnya yang renyah. Ini juga diklasifikasikan sebagai sayuran silangan, seperti brokoli, kembang kol, kubis Brussel, dan kangkung.

"Kubis adalah sayuran yang luar biasa karena rendah kalori dan tinggi polifenol dan antioksidan termasuk vitamin C. Ini juga tinggi serat yang membuatnya lebih mengenyangkan, dan bisa mengambil rasa lain sehingga cocok untuk tumis atau casserole,” ujar  ahli diet terdaftar, dan pemilik blog makanan Stirlist, Amber Pankonin, MS, RD, dilansir laman Eat This Not That, Selasa (28/9).

Salah satu efek samping utama kubis adalah dapat membantu mencegah jenis kanker tertentu dan mengurangi peradangan, dan itu karena mengandung antioksidan. Menurut Pankonin, antioksidan itu membantu menetralkan radikal bebas dalam tubuh yang dapat menyebabkan stres oksidatif yang dapat menyebabkan kanker, penyakit jantung, atau degenerasi makula.

"Diet kaya sayuran seperti kubis dapat membantu mengurangi risiko penyakit kronis,” ujarnya.

Ketika ada kelebihan radikal bebas dalam tubuh, itu dapat menyebabkan stres oksidatif, yang telah ditemukan mengarah pada perkembangan penyakit kronis pada manusia. Antioksidan menangkal stres oksidatif, itulah sebabnya kubis merupakan tambahan yang bagus untuk diet. 

Secara khusus, kubis juga efektif dalam mencegah kanker usus besar. Satu studi pada 2018 yang diterbitkan di Immunity menemukan, tikus yang diberi makan kubis memiliki respons imun positif di usus yang melindunginya dari peradangan, dan karenanya kanker. 

Menurut Pankonin, selain fakta bahwa itu dapat mengurangi risiko kanker. Selain menangkis penyakit kronis, itu juga merupakan pilihan cerdas untuk kantong Anda. 

"Sebagai ahli diet kuliner, saya menyukai kubis karena tidak hanya bergizi, tetapi juga sangat terjangkau, mudah disiapkan, dan dapat dibeli oleh kebanyakan orang," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA