Saturday, 17 Rabiul Awwal 1443 / 23 October 2021

Saturday, 17 Rabiul Awwal 1443 / 23 October 2021

Kasus Covid-19 di Bandung Ada 131, Ini Penjelasan Dinkes

Selasa 28 Sep 2021 10:57 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Andi Nur Aminah

Petugas kesehatan memeriksa kesehatan pengunjung sebelum disuntik vaksin Covid-19 (ilusttrasi)

Petugas kesehatan memeriksa kesehatan pengunjung sebelum disuntik vaksin Covid-19 (ilusttrasi)

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Penanganan pandemi bergantung kepada kepatuhan masyarakat melaksanakan prokes.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kabar menggembirakan konfirmasi aktif Covid-19 di Kota Bandung hingga Senin (27/9) tersisa 131 kasus. Konfirmasi meninggal dunia beberapa hari terakhir nol kasus dan tingkat kesembuhan yang terus meningkat.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mencatat konfirmasi aktif Covid-19 hingga Senin (27/9) tersisa 131 kasus. Konfirmasi meninggal dunia 1.419 kasus dan konfirmasi sembuh 40.868 kasus. Total konfirmasi sebanyak 42.418 kasus.

Baca Juga

Vaksinasi Covid-19 dosis pertama mencapai 1.610.672 orang atau 82.50 persen. Dosis kedua 1.073.569 orang atau 54.99 persen. Total sasaran vaksinasi Covid-19 mencapai 1.952.358 orang.

"Penanganan pandemi bergantung kepada kepatuhan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan di setiap aktifitas, terus diingatkan gunakan masker, cuci tangan, jaga jarak, tidak berkerumun, hindari mobilitas," ujar Kepala Dinkes Kota Bandung, Ahyani Raksanagara saat dikonfirmasi terkait kasus Covid-19 tersisa 131, Selasa (28/9).

Ia mengatakan, keaktifan dan kemampuan pelacakan dan testing turut mempengaruhi perkembangan kasus Covid-19. Termasuk pelayanan kesehatan baik untuk isolasi mandiri maupun di rumah sakit. Terakhir percepatan vaksinasi turut mempengaruhi perkembangan kasus Covid-19.

Ahyani mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan meski kondisi kasus Covid-19 sedang menurun. Ia meminta agar masyarakat melapor jika terdapat anggota keluarga yang terpapar Covid-19 dan segera mengikuti vaksinasi.

"Jangan lengah dan lelah melaksanakan protokol kesehatan, awasi dan ingatkan serta tindak yang melanggar mulai tingkat keluarga, melaporkan bila ada kasus agar tidak menyebar dan aktif turut serta mendukung vaksinasi," katanya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA