Saturday, 10 Rabiul Awwal 1443 / 16 October 2021

Saturday, 10 Rabiul Awwal 1443 / 16 October 2021

Asuransi Jasindo Lakukan Digitalisasi Layanan

Selasa 28 Sep 2021 02:50 WIB

Rep: Novita Intan / Red: Satria K Yudha

Jasindo

Jasindo

Foto: Jasindo
Masyarakat dapat membeli langsung produk asuransi melalui aplikasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Asuransi Jasa Indonesia atau Asuransi Jasindo menggencarkan digitalisasi untuk menarik nasabah. Hal itu dilakukan melalui aplikasi Easy yang belum lama diluncurkan. 

Direktur Pengembangan Bisnis Jasindo Diwe Novara mengatakan, masyarakat dapat membeli langsung produk asuransi, seperti asuransi perjalanan, asuransi mikro, dan asuransi rumah melalui aplikasi Easy. “Asuransi Jasindo menargetkan pada awal peluncuran aplikasi Easy akan diunduh sebanyak 50 ribu kali. Aplikasi ini  dapat diakses melalui ponsel pintar di Playstore ataupun Apps Store,” kata Diwe, Senin (27/9). 

Menurutnya, aplikasi Easy merupakan aktualisasi Asuransi Jasindo untuk memberikan pelayanan bagi para nasabah. Menurut dia, aplikasi ini memiliki begitu banyak fitur unggulan, terutama fitur-fitur yang berbasis layanan produk asuransi.

“Melalui aplikasi Easy, semua proses penutupan asuransi akan dilakukan secara digital. Selain itu, pembelian produk asuransi perjalanan yang dibeli melalui aplikasi Easy dapat digunakan sebagai salah satu dokumen pendukung pengajuan pembuatan Visa Schengen,” ucapnya.

Ke depan, lanjut Diwe, aplikasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat lebih dalam pelayanan asuransi berbasis digital di Indonesia. “Dukungan dan peran serta dari regulator dan stakeholder sangat dibutuhkan untuk menunjang inovasi–inovasi lainnya,” ucapnya.

Berdasarkan laporan berjudul Digital 2021: The Latest Insights Into The State of Digital, pengguna internet di Indonesia tumbuh 27 juta atau naik sebesar 15,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 202,6 juta. Adapun kegiatan berinternet ini didominasi oleh generasi Y dan Z dengan rentang usia 25 tahun sampai 35 tahun.

Adanya pandemi Covid-19 berdampak juga kepada durasi pengguna layanan internet berbasis ponsel pintar. Pada kuartal II 2020, tingkat penggunaan ponsel pintar rata-rata sebanyak 5,3 jam per hari, angka tersebut naik sebesar 30 persen dari periode yang sama 2019. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA